Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi Elmira Damayanti

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 5 Mei 2024 | 13:40 WIB
Ilustrasi kasih sayang ayah. (Pixabay)
Ilustrasi kasih sayang ayah. (Pixabay)

Mata Rama

Bila matamu adalah palung mariana

Akan aku curi tongkat Musa

Untuk menyibak segala bentuk sunyi

Yang gema dan siksanya hanya mampu

Kutanggung sendiri

 

Bila matamu adalah bara api

Maka akulah titisan Ibrahim

Yang dengan senang hati

Menyeludupkan segenap nyeri dalam tubuh ini

 

Annuqayah, 2023

.....................................................

Eppak

Laut pecah dari kelopak matamu

Dan akulah penumpang Nuh yang terdampar

Pada kebisuan batu karang

Tapi dengan hati yang tak pernah menampung gelombang

Kau mencuri tongkat Musa untuk membelah biru samudra

Hingga aku kembali berjalan menujumu

Mencari aku dalam dirimu.

 

Annuqayah, 2023

.....................................................

Engkau

Di tengah kesendirian aku mendengar

Suara burung-burung nasar

dikirim masa lalu ke arah matahari menghancurkan tubuh.

Raggas masih memeluk udara dan asin laut menggaram di kaca jendela.

 

Aku ingin meminjam cahaya bulan

Untuk diletakkan di pohon nyiur yang condong di tepi pantai

Dan di tengah keheningan masih setia ku sebut namamu

Namun suara-suara burung nasar makin memekakan telinga;

 

Belum sempat kuletakkan bulan

Jiwaku dipatuk kematian.

 

Lubri, Desember 2023

.....................................................

Baca Juga: Harmoni Pendidikan Rahmatan Lil Alamin

Rendezvous di Kedai Ngombe

Dari kedai kecil ini, Mas

Hal apa yang paling mungkin aku bawa

Untuk bekal perjalanan panjang

Tanpa tentu arah pulang

Sedang hatiku hanyalah sebungkus air;

Gagal dibekukan dalam waktu semalam,

Dingin, namun begitu gampang mencair.

 

Mungkin perabotan lengkap si pemilik kedai

Untuk membuat semangkuk seblak

Dengan bau pedas yang menusuk mata dan dada kita

Lalu kubayangkan wajahmu menguar

Dari balik kepul asap di wajan, dan kau lagi-lagi berkata

”Bisakah aku memesan semangkuk seblak

Dengan level yang tidak wajar

Rasa–perasaan, entah pedas atau apa pun

Tapi tidak dari racikan si pemilik kedai ini

Namun dari hati dan ranum senyummu sendiri”

 

Atau barangkali sebuah blender;

Ia yang selalu terbahak

Saat kau tiba-tiba berdiri di balik etalase buah-buahan

Dan kita sama-sama mencari dalam tatapan;

aku mencari siapa saja yang terperangkap dalam matamu,

kau barangkali mencari halaman mana yang paling

nikmat untuk dibaca dalam mataku.

 

Kau diam-diam menghentikan waktu di pergelangan  tanganmu

Lalu berbisik ”Tersenyumlah sesekali, karena terlalu hambar rasa

Jus buah ini, meski kau tambah kadar gula berkali-kali”

Dari kedai kecil ini, Mas

Hal apa yang mungkin aku bawa

Untuk meleburkan cemas di kepala?

 

Gili Iyang–Guluk-Guluk, 2024

.....................................................

Baca Juga: Rumah Kontrakan

Notabene Setiap Doa

i/

Ibu

Di dadaku ada sebuah tungku api mengepul

Saat cahaya matahari menetes lewat bulir-bulir embun

Dan kau duduk tersipu di depannya

Meletakkan semangkuk mayang

”biarkan aromanya di bungkus udara

Hingga kemudian menyeruak dalam rumah kita”

 

ii/

Di dadaku pula, Bu

Sekam kerinduan menumpuk

Dan nyala api menjalar perlahan

Asap membubung tebal

Sengaja tak kututupi

Agar membentuk awan

Lalu langit membusurkan tajam hujan

Dan kemarau di dadamu berhenti merayakan kemenangan

 

iii/

Dari kejauhan yang tak terpetakan ini, Bu

Apakah di saat matahari mengelupaskan diri

Kau masih setia meracik pindang seruni

Untuk menyambut malam minggu yang nyilu

Dan pura-pura merobek tabir kehilangan

Pada kursi dan meja makan yang sudah sekian purnama

Malas merawat kenangan.

 

Annuqayah, 2024

.....................................................

*)Alumnus PP Nasy’atul Mutaallimin dan Madrasah Ibtidaiyah Alhidayah.

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Rendezvous di Kedai Ngombe #Mata Rama #Notabene Setiap Doa #engkau #Eppak