Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bursa Pilkada Pamekasan Mulai Menghangat

Ina Herdiyana • 2024-03-19 21:50:13
GRAFIS (SIGIT AP/JPRM)
GRAFIS (SIGIT AP/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pamekasan masih lumayan lama. Namun, bursa calon bupati dan wakil bupati mulai menghangat.

Nama-nama yang digadang-gadang maju sebagai Pamekasan 1 atau Pamekasan 2 sudah muncul ke permukaan.

Baliho tokoh yang digadang-gadang maju di pilkada bertebaran. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN) hingga mantan bupati.

Di kalangan pegawai negeri ada tiga nama yang potensial untuk mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Bumi Gerbang Salam.

Pertama, Kabid Inovasi dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Daerah Jawa Timur Firman Syah Ali. Putra daerah itu mengaku siap untuk berjuang dalam Pilbup Pamekasan tahun ini.

Firman mengeklaim dukungan dari banyak pihak. Mulai dari aktivis hingga tokoh masyarakat.

Sebagai abdi negara, dia melihat itu sebagai panggilan sejarah. ”Kalau tidak ada dukungan rakyat, berarti tidak ada panggilan sejarah.

Namun, jika ada dukungan dari rakyat, berarti ada panggilan sejarah. Semua aktivis tidak boleh menolak panggilan sejarah,” terang alumnus Unair Surabaya itu.

Kalangan ASN lainnya adalah Kepala Kemenag Situbondo Affandi. Dia juga digadang-gadang maju di Pilkada 2024. Baliho milik Affandi tersebar di sejumlah titik lokasi. Mulai di perkotaan hingga wilayah utara.

”Keterpanggilan dari sebuah harapan tokoh Pamekasan menjadikan modal utama untuk mewujudkan harapan itu. Termasuk, penyeimbangan dalam khidmat pada masyarakat dan mengejawantahkan tujuan pembangunan,” tuturnya.

Tokoh yang masuk bursa bacabup lainnya adalah Rudy Susanto. Pria yang menjabat sebagai Kasi Penyidikan Kantor Syahbandar Utama Surabaya itu membulatkan tekad untuk maju dan berjuang memimpin Pamekasan.

Saat ini Rudy intens melakukan komunikasi politik bersama sejumlah elite partai politik (parpol) di Pamekasan.

Dia juga mengaku mendapat dukungan dan dorongan dari masyarakat untuk berkontribusi dengan menduduki kursi bupati.

Selain bacabup dari background ASN, nama lain juga bermunculan. Ada tiga kalangan yang merupakan orang lama. Sebab, mereka pernah menduduki jabatan sekelas bupati atau wakil bupati Pamekasan pada periode-periode sebelumnya.

Sebut saja mantan Bupati Pamekasan 2008–2014 Kholilurrahman. Namanya semakin menguat dalam pertarungan tokoh yang akan maju pada Pilkada 2024. Pengasuh Pesantren Matsaratul Huda Pamekasan itu siap bertarung.

”Jika tekad masyarakat dan tokoh sudah bulat, baru kita akan bicarakan langkah-langkahnya bagaimana. Yang jelas, saya siap memenuhi harapan masyarakat yang punya semengat besar untuk menjadi Pamekasan lebih baik,” tuturnya.

Bacabup lain yang menyatakan siap menjadi pemimpin Pamekasan selanjutnya adalah mantan Wakil Bupati Pamekasan Fattah Jasin. Pria yang karib disapa Gus Acing itu mengaku sudah mendapat restu keluarga untuk niat tersebut.

”Insyaallah siap dengan niat ibadah yang tulus dan ikhlas untuk mengabdi di sisa usia ini,” ucapnya. Namun, Fattah Jasin mengaku masih perlu mendapat rekomendasi atau dukungan dari parpol untuk maju di Pilkada Pamekasan 2024.

Mantan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga masuk dalam bursa bacabup. Namun, belum ada pernyataan resmi terkait kontestasi Pilkada 2024. Nama Baddrut juga berpeluang menjadi bupati di periode mendatang.

Pengamat politik Imaduddin menilai, munculnya tokoh baru dalam pertarungan politik di Pamekasan cukup bagus. Namun, yang harus dipastikan adalah figur-figur yang masuk dalam bursa bacabup harus figur yang serius.

”Mereka yang memiliki rekam jejak bagus, yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang juga mempuni. Dengan demikian, dalam berkontestasi itu tidak sekadar mengandalkan kuantitas, tapi juga kualitas,” jelasnya.

Imad menambahkan, munculnya figur baru diharapkan bukan karena faktor siapa yang berada di belakang tokoh tersebut. Namun, lebih pada penilaian terhadap sosok itu sendiri, baik memiliki kemampuan mampuni atau justru sebaliknya.

”Sebagaimana dalam pilpres kemarin kita disuguhi fenomena di luar kelaziman. Jadi, kalau saat ini figur yang muncul sekadar untuk memamerkan diri dan menguji popularitasnya, itu ya sah-sah saja,” imbuhnya.

Menurut Imad, tingkat keseriusan itu akan dilihat dari sisi interaksi pada elite partai politik (parpol), para tokoh, atau pada masyarakat. Masyarakat juga bisa menilai tingkat keseriusan dari performa yang ditampilkan berdasar sosialisasi dari setiap bakal calon. ”Seleksi politik yang akan menentukan bahwa siapa sosok yang akan maju sebagai kandidat sesungguhnya dalam kontestasi politik di Pamekasan ini,” katanya.

Imad menegaskan bahwa siapa pun berhak memunculkan diri sebagai salah satu bacabup dalam suatu daerah. Dengan begitu, mereka bisa mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas masing-masing di mata masyarakat.

”Semakin banyak figur yang tampil akan memberikan varian pada masyarakat untuk menilai, menilik, memilih, dan memberikan aspirasinya,” tandasnya. (afg/luq)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#pilkada #pamekasan #asn #Menghangat #pemilihan kepala daerah #kota gerbang salam