SAMPANG, RadarMadura.id – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Sampang Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz unggul 7 persen atas kompetitornya.
Yakni, KH Muhammad bin Muafi Zaini dengan Abdullah Hidayat (Mandat).
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, paslon Jimad Sakteh meraih dukungan 338.879 suara.
Sedangkan lawannya, paslon Mandat, memperoleh 294.555 suara. Sementara suara tidak sah dalam Pilkada Sampang ada 12.936 suara.
Juru Bicara Tim Pemenangan Jimad Sakteh Amin Arif Tirtana menyatakan, internalnya mengumpulkan perolehan suara dari koordinator desa dan kecamatan.
Mereka mengawal perolehan suara di TPS hingga tingkat kabupaten.
Alhasil, pasangan Jimad Sakteh unggul di sembilan kecamatan.
Yakni, Kecamatan Sampang, Omben, Pangarengan, dan Sreseh.
Kemudian, Kecamatan Tambelangan, Sokobanah, Karang Penang, Robatal, dan Kedungdung.
Pihaknya berterima kasih kepada para ulama, tim pemenangan, dan para pendukung.
Kemenangan yang didapatkan bukan hanya kemenangan tim, tapi juga bagi masyarakat Sampang.
”Kami berharap agar seluruh masyarakat, terutama pendukung Jimad Sakteh untuk menjaga kondusivitas Kabupaten Sampang,” ujarnya saat melakukan jumpa pers di kantor DPD Nasdem Sampang.
Sementara calon bupati Slamet Junaidi berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung dan memberikan kepercayaan untuk memimpin Sampang di perode kedua.
Kemenangan yang didapatkan merupakan kemenangan masyarakat Sampang.
Pihaknya meminta tim pemenangan terus mengawal suara yang diperoleh.
Sebab, setelah ini masih ada proses penghitungan di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Pihaknya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik apabila nanti kembali dipercaya menjadi bupati Sampang.
”Mari bersama-sama membangun Kabupaten Sampang yang kita cintai ini. Bersama semua elemen, ulama, tokoh masyarakat, habaib, dan lainnya,” jelas Slamet Junaidi yang didampingi calon wakilnya, Ahmad Mahfudz.
Sementara Koordinator Tim Mandat Baha’uddin mengatakan, perolehan suara pasangan KH Muhammad bin Muafi Zaini dengan Abdullah Hidayat sudah dikantongi.
Namun, pihaknya belum bersedia untuk membeberkannya ke publik.
”Mohon maaf, sementara datanya tidak bisa dibuka, karena masih ada pada masing-masing divisi saksi,” terangnya.
Sementara semua yang berkaitan dengan data hasil penghitungan suara yang diperoleh pasangan Mandat belum bisa disampaikan pada publik.
Sebab, pihaknya belum mendapatkan data pastinya.
”Karena proses rekap C hasil sedang berlangsung dan masih banyak C hasil yang belum terkumpul,” terangnya. (jun/bai/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti