SAMPANG, RadarMadura.id – Tawaran program pasangan calon bupati (cabup) dan wakil bupati (cawabup) Muhammad bin Muafi Zaini dan Abdullah Hidayat tidak perlu diragukan.
Sebab, program bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Paslon nomor urut 1 ini membuat program sesuai kebutuhan masyarakat.
Cabup nomor urut 1 Muhammad bin Muafi Zaini mengatakan, sebagai calon pemimpin Sampang, pihaknya memiliki visi dan misi yang berpegang teguh pada kesejahteraan masyarakat.
Yakni, Membangun Sampang Lebih Cepat, Merata, Sinergi, Menuju Masyarakat Sejahtera dan Berdaya Saing.
”Visi-misi itu kami susun atas dasar empat kata kunci. Yakni, pemerataan, optimalisasi, percepatan, dan sinergisitas. Semua itu kami lakukan untuk kemaslahatan umat,” paparnya.
Menurutnya, pemerataan pembangunan di semua wilayah penting dilakukan.
Pihaknya memastikan, ke depan jika Mandat ditakdirkan menjadi kepala daerah di Kabupaten Sampang, tidak akan ada desa dan kecamatan yang dianaktirikan.
”Tidak akan ada lagi ceritanya jalan berlubang, tidak akan ada lagi cerita masyarakat desa yang tidak mendapatkan pendidikan berkualitas. Semua masyarakat desa memiliki hak yang sama dalam mengenyam pendidikan dengan masyarakat di perkotaan,” terangnya.
Pria yang kerap disapa Kiai Mamak itu menegaskan, sudah saatnya Kabupaten Sampang kembali pada asalnya sebagai kabupaten santri.
Semua aparatur pemerintah akan menjadi pelayan rakyat di masa kepemimpinannya.
”Progam dinas, kami akan tekankan agar bermanfaat semaksimal mungkin untuk rakyat,” tegasnya.
Pihaknya berkomitmen akan membangun Sampang tiga kali lebih cepat melalui cara bekerja sama dengan semua elemen.
Di antaranya, bersinergi dengan pemerintah pusat dan bersinergi dengan pesantren.
Selain itu, akan memaksimalkan peran serta lembaga swasta dan masyarakat.
”Semuanya akan kami lakukan semata-mata agar Sampang lebih sejahtera dan berdaya saing,” terangnya.
Kiai Mamak menambahkan, UMKM menjadi variabel penting untuk kemajuan daerah.
Jika berbicara UMKM, tentunya akan berdampak pada kemandirian daerah.
Sebab, mereka bisa tumbuh dan berkembang di mana pun.
”Sebuah bisnis yang kuat tidak hanya dihasilkan dari modal yang kuat. Tapi, bisnis yang kuat dihasilkan dari mereka yang diberikan ruang, manajerial, dan kompetensi yang cukup,” imbuhnya. (bai/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta