SUMENEP, RadarMadura.id – Visi dan misi calon bupati dan wakil bupati Sumenep sudah disetorkan ke KPU.
Kedua pasangan calon (paslon) yang akan bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep sama-sama mengusung gagasan-gagasan positif.
Salah satu yang menarik, kedua paslon menempatkan wilayah kepulauan di misinya masing-masing itu menyangkut kepulauan.
Pasangan KH Ali Fikri-KH Muh. Unais Ali Hisyam (Final) berfokus pada eko-maritim dan ekologis.
Sedangkan Achmad Fauzi Wongsojudo-KH Imam Hasyim (Faham) memfokuskan keberimbangan infrastruktur.
Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep Akhmad Asya’ari menyatakan, misi yang dituangkan jagoannya bukan tanpa alasan.
Selama ini masyarakat kepulauan memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat memadai.
Terutama dari sektor perikanan. Eko-maritim dan ekologis itu akan menjadi salah satu program kerja agar perekonomian masyarakat kepulauan lebih baik.
”Termasuk juga pembangunan infrstruktur yang tetap memedulikan pada aspek lingkungan,” ujarnya Kamis (26/9).
Pihaknya menilai selama ini disparitas antara kepulauan dan daratan masih sangat terasa.
Karenanya, paslon Final menawarkan misi agar disparitas itu bisa teratasi.
”Selama ini disparitas itu kan nyata. Baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Kami akan masuk pada wilayah-wilayah itu, bahwa antara kepulauan dan daratan harus seimbang,” ulasnya.
Sementara Bendahara Tim Pemenangan Faham Hosnan menyebutkan, kepulauan dan daratan tidak pernah ada jarak.
Sebab, secara substansial berada dalam payung yang sama, yakni Kabupaten Sumenep.
”Artinya, kami tidak pernah membedakan antara kepulauan dan daratan,” ujarnya.
Bagi Hosnan, perhatian Faham pada masyarakat kepulauan sama dengan perhatian terhadap masyarakat Sumenep secara umum.
Itu ditunjukkan Achmad Fauzi selama memimpin satu periode sebagai bupati di Kota Keris.
”Tidak sedikit anggaran yang dikucurkan untuk memperbaiki infrastruktur di kepulauan. Termasuk juga sarana transportasi kapal cepat, itu yang terbaru,” kata dia.
Namun, yang selama ini dilakukan belum sepenuhnya sempurna. Tetapi, semua itu akan diparipurnakan secara bertahap.
Sebab, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) selama kepemimpinan Fauzi tidak terlalu besar.
”Artinya, Pak Fauzi sudah berusaha memaksimalkan keterbatasan itu menjadi sebuah pemerataan antara daratan dan kepulauan. Itu akan terus dilakukan jika Faham terpilih kembali,” tandasnya. (di/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti