BANGKALAN, RadarMadura.id – Jawa Pos Radar Madura (JPRM) konsisten mengawal pelaksanaan pesta demokrasi di Madura.
Media cetak yang berusia 25 tahun ini memiliki sejarah dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada).
Termasuk pemilihan umum (pemilu), khususnya di Kabupaten Bangkalan.
Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Bangkalan Ahmad Mustain Saleh.
Mantan karyawan JPRM itu menjadi salah satu saksi keterlibatan JPRM dalam menyukseskan pelaksanaan demokrasi di Madura.
Menurutnya, koran ini menjadi media terdepan dalam mengawal proses demokrasi.
”Pada 2014, waktu pesta demokrasi pemilihan bupati Bangkalan dengan berbagai dinamika, JPRM selalu mengawal,” katanya.
Pada saat dirinya masih aktif menjadi jurnalis JPRM, lanjut Mustain, beberapa peristiwa dalam pelaksanaan pilkada tidak hanya menghiasi halaman Radar Madura, tapi juga terpajang di halaman Jawa Pos nasional.
Baca Juga: Puskesmas Gayam Optimalkan Layanan melalui Geprek Kancil
”Waktu itu, berita seputar demokrasi di Madura sering tampil di halaman Jawa Pos,” paparnya.
Pria yang pernah menjabat sebagai human resource development (HRD) JPRM itu membagikan kisah perjalanannya bersama Radar Madura.
Di antaranya, sewaktu mengawal pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgup) Jatim di Bangkalan 2008 silam. Saat itu, pencoblosan di Kota Salak diulang hingga tiga kali.
”Waktu itu di Kecamatan Tanah Merah ada anak kecil yang ikut mencoblos surat suara dan ada demo berjilid-jilid sehingga terjadi kerusuhan,” kenangnya.
Baca Juga: Rute Menuju Parimas Waterpark Pacet dalam Waktu 35 Menit dari Mojokerto
Menurutnya, JPRM tuntas mengawal pelaksanaan Pilgub Jatim. JPRM selalu hadir, khususnya untuk mendukung pendewasaan dan perbaikan kualitas demokrasi di Madura.
”Kami berharap koran ini tetap ada,” tandasnya. (za/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta