BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Kabupaten Bangkalan berlangsung sejak Senin (24/6).
Di hari pertama, panitia pemutakhiran data (pantarlih) ditargetkan mencoklit 20 pemilih.
Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM KPU Bangkalan Qomaruddin mengatakan, pantarlih telah mendapat bimbingan dan teknis (bimtek) dari setiap panitia pemungutan suara.
Jadi, coklit sudah bisa dilaksanakan secara door-to-door.
”Setelah mengikuti bimtek tata cara mencoklit, pantarlih langsung bekerja,” terangnya.
Pihaknya memastikan, pantarlih akan bekerja secara profesional untuk melakukan proses coklit karena sudah mendapatkan bimtek.
Di hari pertama, pantarlih ditargetkan mencoklit 20 pemilih.
”Hari pertama mereka harus mencoklit 20 pemilih dan itu harus tercapai,” sambungnya.
Pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas terhadap pantarlih yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Misalnya, melakukan coklit asal-asalan.
”Jika proses coklit tidak benar, akan dikenakan sanksi,” tegasnya.
Ketua Bawslu Bangkalan Ahmad Mustain Saleh menyatakan, jajarannya akan terus mengawasi ketat proses pemutakhiran data.
Sebab, dari evaluasi sebelumnya, banyak proses coklit yang dilakukan secara tidak prosedural.
”Pengawas kami akan mengawasi ketat proses coklit ini,” ujarnya. (za/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta