SAMPANG, RadarMadura.id – Calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) terpilih periode 2024–2029 diumumkan. Komisioner yang terpilih di empat kabupaten di Madura didominasi wajah baru.
Di Kabupaten Bangkalan, hanya satu komisioner periode 2019–2024 yang kembali terpilih, yaitu Sairil Munir.
Sementara di Kabupaten Sampang, anggota KPU yang statusnya imcumbent hanya Aliyanto dan Siti Aisah. Sedangkan tiga lainnya merupakan pendatang baru.
Begitu pula di Kabupaten Pamekasan, wajah lama yang terpilih hanya dua orang. Mereka adalah Moh. Amiruddin dan Mohammad Halili.
Sedangkan di Kabupaten Sumenep, lima komisoner KPU yang terpilih merupakan wajah baru. Kecuali Malik Mustafa yang merupakan anggota KPU Sumenep periode 2014–2019 (lihat grafis).
Anggota KPU Sampang terpilih Aliyanto mengaku bersyukur kembali terpilih untuk periode kedua.
Pihaknya menerima surat pengumuman KPU nomor 70/SDM.12-Pu/04/2024 sekitar pukul 10.40 Kamis (13/6).
Tidak lama setelahnya, dia diminta segera berangkat ke Jakarta untuk mengikuti prosesi pelantikan.
”Sebenarnya saya menunggu pengumuman itu dari tadi malam (Rabu malam, Red). Tetapi, baru menerimanya tadi (kemarin). Makanya, agak mendadak untuk langsung berangkat ke Jakarta,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya agar penyelenggaraan pesta demokrasi di Kota Bahari ke depannya lebih baik.
”Masih banyak yang perlu kita evaluasi. Tetapi kalau yang sudah bagus, akan tetap kita tingkatkan,” imbuhnya.
Anggota KPU Bangkalan terpilih Sairil Munir mengutarakan, dirinya bersama empat komisioner yang baru langsung dihadapkan dengan tahapan Pemilu 2024 yang belum selesai.
Yakni, menjalankan perintah Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melakukan hitung ulang 10 TPS di Desa Langkap, Kecamatan Burneh.
Pihaknya juga dihadapkan dengan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang sudah berjalan.
Pasca dilantik, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan berbagai stakeholder. Di antaranya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pemkab, dan seluruh Forkopimda Bangkalan.
”Termasuk dengan para tokoh agama maupun tokoh masyarakat di Bangkalan,” imbuhnya.
Sementara Komisioner KPU Sumenep terpilih Muhlis berjanji untuk melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara pemilihan dengan baik.
Dalam waktu dekat, pesta demokrasi yang akan dilaksanakan adalah pilkada serentak 2024.
Pasca pelantikan, pihaknya bersama empat koleganya akan menggelar rapat pleno. Tujuannya, menentukan siapa yang akan dipilih untuk menempati posisi ketua KPU Sumenep.
”Ya, nanti setelah pelantikan, kami rapat untuk pemilihan ketua. Saya kabari lagi untuk selanjutnya,” jelasnya.
Sementara, mantan Ketua KPU Sumenep periode 2019–2024 Rahbini mengaku bangga bisa menyelesaikan tugasnya sampai batas waktu yang sudah ditentukan.
Keberhasilannya melaksanakan tugas tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat Sumenep.
”Kami sadar, tanpa support dari masyarakat Sumenep, kami sebagai penyelenggara pemilu tidak akan mampu berbuat apa-apa,” kata dia.
Pihaknya berharap, komisioner KPU yang baru bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. ”Apa yang kami tinggalkan, jika itu dianggap baik, dilanjutkan. Kalau dinilai tidak maksimal, silakan dibenahi,” ujarnya.
Rahbini berharap, tagline Rampa’ Naong benar-benar termanifestasi dalam pelaksanaan Pilkada Sumenep.
Sehingga, keguyuban, kebersamaan, dan kegembiraan bisa tercipta di dalamnya dan dirasakan oleh masyarakat.
”Sebagai eks komisioner, besar harapan kami pelaksanaan pilkada benar-benar sesuai tagline yang sudah kami canangkan. Dan, itu berdasar filosofi orang Madura dalam menjaga spirit dan etos gotong royong,” tandasnya. (jun/di/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti