SUMENEP, RadarMadura.id - Rekapitulasi perolehan suara di tingkat provinsi tengah berlangsung. Hingga pukul 16.00, Jumat (8/3), baru KPU Sampang dan Bangkalan yang menuntaskan rekapitulasinya di Provinsi Jatim.
Meski rekapitulasi tingkat provinsi belum tuntas, nama-nama calon anggota DPR RI dari Dapil Jatim 11 yang akan lolos ke Senayan periode 2024-2029 sudah bisa diketahui. Hal itu berdasarkan hasil rekapitulasi KPU di empat kabupaten di Madura.
Delapan politikus yang akan mewakili masyarakat Madura di Senayan yaitu MH Said Abdullah, Achmad Baidowi, Syafiuddin, Hasani bin Zuber, dan Imron Amin.
suara
Kemudian, Eric Hermawan, Slamet Ariyadi, dan Willy Aditya. Dari delapan nama itu, hanya Eric Hermawan yang merupakan pendatang baru.
Dari delapan anggota wakil rakyat tersebut, suara terbanyak diraih MH Said Abdullah. Politikus asal Sumenep itu mendapat 529.792 suara.
Perolehan setengah juta suara lebih menjadikan MH Said Abdullah sebagai calon DPR RI peraih suara terbanyak se-Indonesia.
Komisioner KPU Bangkalan Sairil Munir menyampaikan, rekapitulasi yang disampaikan di tingkat provinsi berjalan relatif cepat.
KPU Bangkalan hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk memaparkan rekapitulasi di Provinsi Jatim.
"Alhamdulillah, aman, lancar, dan kondusif. Rekapitulasi kami relatif cepat dibandingkan Sampang yang hampir dua jam," ujarnya.
Itu mengindikasikan rekapitulasi mulai dari tingkat TPS hingga kabupaten berjalan sesuai ketentuan. Meskipun sempat diwarnai beberapa dinamika lainnya.
Seperti, hitung ulang dan pemungutan suara ulang (PSU) di beberapa TPS.
Sementara Komisioner KPU Sumenep Rafiqi menyatakan rekapitulasi tingkat kabupaten sudah selesai. Selanjutnya tinggal dilaksanakan pleno penetapan.
Karena itu, semua pihak tetap harus menunggu rekapitulasi tingkat nasional dan dipastikan tidak ada PHPU.
"Alhamdulillah sudah selesai di tingkat kabupaten. Saat ini kami proses rekap provinsi," imbuhnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, MH Said Abdullah menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Pulau Garam karena memercayakan dirinya kembali menjadi DPR RI.
Sebab, berkat doa dan dukungan masyarakat, dirinya bisa kembali mengemban amanah sebagai wakil rakyat dari Dapil Jatim 11 yang meliputi empat kabupaten di Madura.
”Itu semua tidak lepas dari kerja keras tim, juga dukungan dari masyarakat Madura dan para tokoh yang tetap konsisten memilih saya,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim itu kepada JPRM.
Politikus yang biasa dipanggil Buya Said itu mengaku bersyukur perolehan suaranya sangat fantasis. Itu mengindikasikan masyarakat Madura berharap lebih kepada dirinya sebagai anggota DPR RI dari Pulau Garam.
Pihaknya berjanji akan terus menyuarakan kepentingan masyarakat Madura di kancah nasional.
"Doakan terus, insyaallah saya akan terus di depan untuk mengawal kepentingan masyarakat Madura. Dan, itu sudah saya buktikan selama menjadi anggota dewan," ucap pria yang juga ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian tersebut.
Pengamat politik asal Pamekasan Imadoeddin menyatakan, PDI Perjuangan memang berhasil memperoleh suara terbanyak.
Totalnya, suara partai berlambang banteng moncong putih tersebut 661.607. Namun, hanya mampu mengunci satu kursi DPR RI dari Dapil Jatim 11.
Pihaknya meyakini perolehan suara MH Said Abdullah akan menjadi peraih suara terbanyak senasional.
Semua itu tidak lepas dari perolehan suara yang diraih Said Abdullah di Pemilu 2019 lalu. Saat itu dia menjadi peraih suara terbanyak ketiga di partainya.
"Artinya, beliau benar-benar melihat, belajar, dan menganalisis dari pemilu sebelumnya bagaimana strategi yang lebih mapan untuk mendongkrak perolehan suara," jelasnya.
Imad juga menyebut, kekuatan PDI Perjuangan sangat luar biasa besar. Karena itu, bukan sesuatu yang mustahil apabila PDIP mampu menggeser Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Khususnya di Jawa Timur (Jatim).
Imad melihat kontestasi Pemilu 2024 kali ini tidak terpusat pada partai, tapi kontestasi caleg.
"Ini pembelajaran baru, tapi polanya nyaris sama, khususnya di Jatim. PKB tergeser secara perolehan suara. Artinya, ini bukan lagi kontestasi partai, melainkan lebih pada caleg," tegasnya.
Pengamat politik nasional Adi Prayitno menilai bahwa keberhasilan MH Said Abdullah dalam meraih suara terbanyak pada Pemilu 2024 kali ini tentu sangat layak mendapat apresiasi besar.
Sebab, Madura tidak bisa dilepaskan dari sosok pria plontos itu. Sosoknya yang mengakar membuat perolehan suara PDIP di Jatim mampu memecahkan rekor.
"Termasuk suara pribadi Said juga rekor karena tertinggi di Indonesia," katanya kepada JPRM Jumat (8/3).
Adi memaparkan dua hal terkait keberhasilan Said. Pertama, magnet politik Said di Madura tak tergantikan oleh figur lain. Kedua, posisinya sebagai ketua PDI Perjuangan Jatim mampu mengonsolidasi kekuatan politik pemilih di Pulau Garam.
Tidak hanya itu, menurut Adi, keunggulan PDI Perjuangan di Madura ini sekaligus membungkam suara-suara yang selama ini antipartai berlambang banteng itu.
"Pak Said membuktikan bahwa Madura itu merah. Madura bisa jadi kandang banteng di Pileg 2024 ini," ucapnya. (di/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta