Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Duka Lara Pemilu, Sembilan Panitia, Pengawas, dan Satlinmas Gugur di Madura

Ina Herdiyana • Rabu, 21 Februari 2024 | 13:20 WIB
GRAFIS (SIGIT AP/JPRM)
GRAFIS (SIGIT AP/JPRM)

MADURA, RadarMadura.id – Tugas penyelenggara pemilihan umum (pemilu) mempertaruhkan nyawa. Sembilan panitia, pengawas, dan anggota satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) di Madura meninggal sebelum dan setelah pencoblosan.

Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, meninggal.

Dia adalah Prayoga Febrian Perdana Putra. Dalam Pemilu 2024, dia bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) 12.

Pria 24 tahun itu merupakan warga Dusun Jeruk Purut, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang.

Yoga meninggal di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep setelah dilakukan penanganan medis sekitar tujuh jam.

Sri Puji Astutik menyampaikan, saudara sepupunya itu tidak pernah sakit sebelumnya. Bahkan, selama bertugas sebagai anggota KPPS belum pernah menyampaikan keluhan.

Pada Senin (19/2) pagi, Yoga mengeluh sakit kepala, nyeri perut sampai ke leher disertai demam. Hingga sore, gejala yang dialami tidak kunjung membaik.

Karena itu, Yoga diantarkan periksa ke salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Kecamatan Kota Sumenep. Dalam perjalanan, Yoga mengalami sesak napas.

Melihat kondisi itu, Yoga dilarikan ke RSUD. Tidak sampai semalam ditangani secara medis, gejala penyakit yang dialami Yoga semakin parah hingga meninggal.

”Sebelum meninggal, sempat tidak sadarkan diri, kejang-kejang, lalu meninggal,” jelasnya.

Keluarga pasien menduga, Yoga drop karena capek bekerja. Sebagai anggota KPPS, dia sering kerja lembur hingga larut malam, bahkan tembus pagi.

”Yoga sering kerja lembur dan jarang makan. Sehari hanya makan sekali. Hari Minggu (18/2) sebelum sakit, dia sempat menghadiri undangan sebuah acara,” tutur Astutik.

Informasi yang beredar, sebelum dilarikan ke RSUD, pasien sempat dirawat di Puskesmas Batang-Batang. Namun, informasi itu tidak dibenarkan oleh Astutik.

Kabar tersebut juga ditepis oleh Kepala Puskesmas Batang-Batang Fatimatul Insaniyah. ”Saya sudah cek, tidak dibawa ke puskesmas,” katanya.

Kabid Informasi dan Evaluasi RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep As’ad Zainudin menyampaikan, Yoga masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) pada Senin (19/2) pukul 18.16.

Selanjutnya, dilakukan penatalaksanaan dan pemeriksaan medis di ruang intensive care unit (ICU). ”Kondisi pasien tidak stabil dan meninggal pada Selasa (20/2) pukul 00.50,” sebutnya.

Saat tiba di RSUD, pasien sudah sesak napas. As’ad menjelaskan bahwa hasil diagnosis penyakit pasien tidak bisa dibeberkan kepada publik.

Sebab, hal tersebut merupakan rahasia pribadi pasien yang dilarang dibocorkan kepada pihak lain.

”Jenazah dibawa pulang ke rumah duka Selasa (20/2) pukul 01.40 menggunakan ambulans RSUD dr H Moh. Anwar. Tiba di rumah duka pukul 02.25,” tandasnya.

Komisioner KPU Sumenep Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu Decky Prasetya Utama mengatakan, Yoga masih sah sebagai anggota KPPS.

Sebab, dia dilantik 25 Januari dan purnatugas 25 Februari 2024. ”Kami sedang mengurus santunan kematian untuk keluarga duka,” katanya.

Sementara itu, di Bangkalan tiga panitia dan seorang pengawas juga gugur. PPS Desa Dlambah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, A. Subakri Anwar meninggal pada 22 November 2023 karena sakit diabet.

Kemudian, anggota KPPS Desa Bandung, Konang, Eka Mardiana meninggal Minggu (28/2) karena sakit jantung. Lalu, bagian sekretariat PPS Desa Ko’ol, Kecamatan Klampis, Mulyati juga meninggal Selasa (6/2) karena sakit jantung.

Sedangkan pengawas Desa Neroh, Kecamatan Modung, Achmad Minanur Rohman meninggal Sabtu (17/2) lantaran sakit kanker paru.

Dari Sampang dilaporkan dua panitia meninggal. Perinciannya, anggota KPPS TPS 20, Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Chairul Anwar meninggal Rabu (14/2) dan Malik, anggota KPPS TPS 08, Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, wafat Senin (19/2).

Sementara itu, seorang pengawas TPS dan seorang anggota satlinmas juga meninggal di Pamekasan. Perinciannya, Mistariadi, anggota satlinmas TPS 04, Desa Konang, Kecamatan Galis. Dia meninggal dunia Jumat (16/2) 19.15.

Selain dia, Edy Kurniawan, pengawas TPS 05, Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan. Edy meninggal Sabtu (17/2) sekitar pukul 21.15. (bus/za/jun/di/luq)

 

 

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#pemilu #gugur #tps #Satlinmas #pengawas #panitia #kpps