Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Prioritaskan Distribusi Logistik Kepulauan, Bawaslu Sumenep: Surat Suara DPRD Rawan Tertukar

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 3 Februari 2024 | 14:55 WIB

DALAM PENGAWASAN: Pekerja menaikkan bilik suara ke truk untuk didistribusikan ke kecamatan daratan dari gudang logistik KPU Sumenep, Minggu (28/1). (MOH. BUSRI/JPRM)
DALAM PENGAWASAN: Pekerja menaikkan bilik suara ke truk untuk didistribusikan ke kecamatan daratan dari gudang logistik KPU Sumenep, Minggu (28/1). (MOH. BUSRI/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin dekat. Pesta akbar lima tahunan itu harus dipersiapkan dengan matang oleh penyelenggara dan peserta pemilihan.

Dalam hal distribusi logistik, KPU Sumenep memprioritaskan untuk wilayah kepulauan.

Ketua KPU Sumenep Rahbini menyampaikan, distribusi logistik pemilu dimulai Minggu (28/1). Yaitu, berupa pengiriman bilik suara ke 18 kecamatan wilayah daratan.

Sementara untuk kepulauan dijadwalkan berlangsung satu sekaligus. Sekali kirim langsung berisi bilik suara, kotak suara, surat suara, dan berbagai logistik lainnya.

Distribusi pertama kepulauan dijadwal untuk Pulau Masalembu Sabtu (3/2). ”Packing logistik sudah selesai karena memang ditargetkan tuntas tanggal 31 Januari,” ungkapnya.

Baca Juga: Disperindag Pamekasan Gagal Bikin Madu Koncer, Aplikasi Pengaduan Kerusakan Produk, Anggaran Jadi Kendala

Setelah ke Masalembu, dilanjutkan pendistribusian ke delapan kecamatan kepulauan yang lain pada Selasa (6/2).

Meliputi Kecamatan Talango, Gili Genting, Gayam, Nonggunong, Raas, Arjasa, Sapeken, dan Kangayan.

Kemudian, pada 9–10 Februari, KPU Sumenep akan melanjutkan proses pendistribusian sisa logistik untuk 18 kecamatan daratan. Sisa logistik itu berupa kotak suara, surat suara, dan berbagai logistik lainnya.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), jumlah logistik berupa bilik suara di Sumenep 15.452 unit.

Tiap lokasi tempat pemungutan suara (TPS) dijatah 4 bilik suara. Sedangkan jumlah TPS di 27 kecamatan sebanyak 3.863 lokasi.

Baca Juga: Diskop UKM dan Naker Kembali Kucurkan Ratusan Juta demi Tarik Minat PKL dan Pengunjung Food Colony

Kemudian, dari 15 ribu bilik suara tersebut, 10.072 di antaranya sudah didistribusikan ke 18 kecamatan daratan. Sementara itu, jumlah kotak suara 19.315 untuk 27 kecamatan.

Perinciannya, tiap TPS lima kotak suara, mengacu pada jenis surat suara. Meliputi surat suara untuk DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, DPD, dan pemilihan presiden. Dari jumlah tersebut, 6.743 untuk sembilan kecamatan kepulauan.

Logistik berupa surat suara secara keseluruhan 896.503 lembar untuk wilayah kepulauan dan daratan. Hal itu sudah meliputi surat suara untuk DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, DPD, dan capres.

Ketua Bawaslu Sumenep Achmad Zubaidi mengatakan, pengawasan dalam proses pendistribusian logistik pemilu dilakukan dengan ketat. Bahkan, dipantau langsung oleh petugas dari panwascam dari tiap kecamatan.

”Petugas dari panwascam melakukan pengawasan langsung, mulai dari gudang KPU sampai tiba di kecamatan,” ujarnya.

Baca Juga: Terjadi Lagi! Laptop dan Proyektor SMK Bina Husada Pamekasan Raib Digondol Maling

Perwakilan panwascam melakukan pemantauan sejak sebelum pendistribusian. Bahkan, petugas panwascam dari kepulauan sudah tiba di daratan Sumenep pada Sabtu (27/1).

Dengan begitu, pengawasan dapat dilakukan secara ketat saat proses pengemasan logistik berlangsung. ”Sebelum pendistribusian dilakukan, semua logistik dicek terlebih dahulu,” tuturnya.

Pengecekan logistik yang menjadi prioritas adalah memastikan jumlah yang dikirimkan tidak kurang dari kebutuhan. Kemudian, khusus surat suara, harus dipastikan tidak tertukar dengan dapil lain.

”Biasanya, surat suara untuk caleg DPRD rawan tertukar. Makanya, harus dilakukan pengecekan secara teliti untuk mengantisipasi surat suara tertukar,” jelasnya.

Baca Juga: Beli LPG 3 Kg Wajib Tunjukkan KTP, Simak Aturan Baru Ini!

Pengawasan panwascam bersifat melekat. Harus dilakukan secara terus-menerus. Mulai proses pengemasan logistik, perjalanan pengiriman, termasuk juga pengawasan saat sudah tiba di lokasi tujuan.

”Logistik pemilu itu harus benar-benar dikawal supaya tidak terjadi masalah saat pelaksanaan pemungutan suara. Terutama logistik vital seperti surat suara,” pesan Zubaidi. (bus/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#pemilihan presiden #surat suara #panwascam #distribusi logistik #bilik suara #Gudang KPU #Daratan #kepulauan