JAKARTA, RadarMadura.id - Gaya komunikasi yang diterapkan Calon Presiden (Capres) nomor urut dua Prabowo Subianto dinilai sangat lebih sederhana. Prabowo membalas segala bentuk hinaan dan cacian dengan gayanya yang khas yakni berjoget dan tersenyum.
Hal itu membuat masyarakat semakin menyukai karakter seorang Prabowo. Menteri Pertahanan (Menhan) itu bersaing dengan cara yang elegan dan sportif.
"Pak Prabowo yang lebih sederhana ya, pokoknya kalau ada yang memfitnah, mengejek, mengkritik, senyumin aja lah," kata Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan.
Yusak menilai, gaya komunikasi Prabowo lebih transformasi dan santai. Prabowo cenderung melakukan defensif atau bertahan ketika mendapat serangan dari kubu lawan.
Baca Juga: Peduli Kesejahteraan Pesantren, Muslimat NU Jatim Dukung Full Prabowo-Gibran
Sikap itulah yang membuat masyarakat semakin menyukai sosok Prabowo. Sehingga, banyak masyarakat yang menyatakan dukungannya kepada Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.
"Nah artinya gaya komunikasi politiknya Pak Prabowo yang lebih transformatif lagi, lebih soft lagi dalam menanggapi berbagai serangan," ucapnya.
Yusak menilai, sikap tersebut menyumbang lebih banyak dukungan dari masyarakat kepada Prabowo. Sehingga sangat wajar jika elektabilitas Prabowo mengalami peningkatan menjelang Pilpres tahun depan.
Terbukti dalam beberapa hasil survei menemukan tren yang sama terhadap elektabilitas Prabowo. Dalam hasil jajak pendapat Survei and Polling Indonesia (SPIN) periode 1-10 November 2023 Prabowo mendapat elektabilitas sebesar 40,3 persen.
Hasil tersebut mengalahkan Capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo yang berada di posisi kedua dengan 25,7 persen. Kemudian, Capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan 22,5 persen.
Hasil yang sama juga terjadi pada jajak pendapat Indonesia Political Opinion (IPO) periode 10-17 November 2023. Prabowo tetap berada di urutan pertama dengan 37,5 persen.
Hal yang berbeda terjadi pada Anies dan Ganjar. Anies berada di posisi kedua dengan 32,7 persen dan berhasil menyalip Ganjar yang berada di posisi ketiga dengan 28,3 persen. (*/par)
Editor : Hendriyanto