Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hanya Satu Komisioner Bawaslu Sumenep Lolos 10 Besar

Dafir. • Kamis, 3 Agustus 2023 | 14:00 WIB
Peserta Seleksi Komisioner Bawaslu Kabupaten Zona I menjawab pertanyaan pansel saat sesi wawancara beberapa waktu lalu.
Peserta Seleksi Komisioner Bawaslu Kabupaten Zona I menjawab pertanyaan pansel saat sesi wawancara beberapa waktu lalu.

SUMENEP, RadarMadura.id – Tim seleksi (timsel) calon anggota Bawaslu kabupaten/kota zona I resmi mengumumkan nama-nama yang lolos 10 besar. Hasilnya, hampir separo komisioner dari empat kabupaten di Madura dinyatakan tidak lolos seleksi wawancara dan kesehatan.

Di Sumenep misalnya, ada empat komisioner Bawaslu Sumenep yang mengikuti seleksi anggota Bawaslu periode 2023–2028. Empat komisioner itu adalah Hosnan Hermawan, Muhammad Darwis, Imam Syafi’i, dan Abdur Rahem.

Tiga di antaranya terdepak. Hanya, Hosnan Hermawan yang lolos 10 besar. Sementara, satu komisioner, Anwar Noris, sudah lebih dulu terpilih sebagai anggota Bawaslu Jatim.

Adapun di Pamekasan sebaliknya. Dari lima komisioner yang kembali mengikuiti seleksi, hanya satu komisioner yang tidak lolos, yakni Hanafi. Sedangkan, Abdulllah Saidi, Suryadi, Sukma Umbara Tirta Firdaus, dan Khotim Ubaidillah lolos 10 besar. Selanjutnya, mereka yang lolos akan menjalani uji kelayakan dan kepatuhan.

Ketua Timsel Bambang Sigit Widodo mengaku tidak mengenal satu per satu peserta Komisioner Bawaslu Sumenep yang ikut seleksi. Dia tidak tahu komisioner yang terdepak saat penentuan 10 besar. Sebab, pihaknya melakukan seleksi sesuai kriteria.

 ”Jadi proses seleksi berdasarkan kriteria yang menjadi ketetapan kami dalam melakukan seleksi,” katanya kemarin.

Menurut Bambang, semula timsel memilih 20 peserta untuk mengikuti tes kesehatan dan wawancara. Bobot nilai tes kesehatan 40 persen dan sudah dilakukan Polda Jatim. Sementara, bobot nilai tes wawancara 60 persen.

Dia mengaku tidak tahu detail terkait hasil tes kesehatan peserta. Sebab, Polda Jatim langsung mengirim hasil tes kesehatan ke Bawaslu RI. Timsel baru mengetahui hasil tes kesehatan setelah mengirim nilai tes wawancara.

”Kami kirimkan hasil tes wawancara, baru dari Bawaslu RI mengirimkan hasil tes kesehatan. Setelah itu, nilainya digabungkan sehingga muncul sepuluh nama,” terangnya.

Selanjutnya, kata Bambang, hari ini sepuluh nama terpilih akan mengikuti uji kelayakan dan kepatuhan di Surabaya. Timsel tidak terlibat dalam tahapan fit and proper test tersebut. Sebab, hal itu merupakan kewenangan Bawaslu RI.

”Tugas timsel sudah selesai pada 31 Juli. Jadi yang menentukan lima komisioner terpilih adalah Bawaslu RI,” jelasnya.

Jika melihat jadwal, pelantikan anggota Bawaslu yang baru direncanakan pekan kedua Agustus mendatang. ”Jadi, pelantikan dilakukan sebelum komisioner yang lama berakhir masa jabatannya,” tuturnya.

Komisioner Bawaslu Sumenep Hosnan Hermawan bersyukur bisa lolos seleksi hingga sepuluh besar. Namun, itu belum menjamin dirinya akan terpilih sebagai komisioner Bawaslu periode 2023–2028. Sebab, nanti anggota yang akan dipilih hanya lima orang.

”Selaku pendaftar, saya sudah mengikuti semua tahapan rekrutmen sampai penentuan sepuluh besar,” katanya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi mengatakan, untuk di Pamekasan yang tidak lolos sepuluh besar adalah Koordinator Divisi Hukum Penyelesaian Sengketa Pemilu Hanafi. Yang bersangkutan gugur saat tahapan tes kesehatan dan wawancara. ”Namun, saya tidak tahu problem. Itu wilayah tim seleksi,” kata dia kemarin (2/8).

Saidi menyatakan, setiap tahapan seleksi dilaksanakan secara ketat. Bahkan, dia mengaku tidak menyangka bisa lolos sepuluh besar. ”Termasuk mungkin yang lain,” tandas pria kelahiran Pasongsongan, Sumenep, itu. (bil/di/daf)

Editor : Dafir.
#bawaslu jatim #bawaslu sumenep #bawaslu ri #Seleksi Anggota Bawaslu #timsel