Data itu merupakan akumulasi bacaleg yang didaftarkan ke empat KPU. Perinciannya, 657 bacaleg di Bangkalan berebut 50 kursi dewan. Di Sampang terdapat 549 bacaleg yang akan berkompetisi untuk mendapatkan 45 kursi. Di Pamekasan ada 630 bacaleg yang akan butuh dukungan pemilih demi 45 kursi. Sementara di Sumenep 50 kursi DPRD dilirik oleh 624 bacaleg.
Tidak semua partai politik peserta Pemilu 2024 mendaftarkan bakal calon di Sampang. Dari 18 partai, ada dua partai politik yang tidak mengajukan. Sementara satu partai politik lagi sampai waktu pengajuan ditutup status berkasnya masih dikembalikan.
KPU Sampang mencatat 549 bacaleg yang didaftarkan parpol. Namun, status dokumen Partai Garuda (22 bacaleg) dikembalikan. Sementara status dokumen Partai Gelora (45 bacaleg) diterima dengan catatan. Yakni, partai harus mengunggah data dan dokumen surat pengajuan daftar bakal calon dan dokumen persyaratan administratif paling lama 2 x 24 jam setelah dokumen dinyatakan diterima. Ketentuan itu sesuai dengan Surat KPU RI 476.
Ketua KPU Sampang Addy Imansyah menyatakan, pengajuan bacaleg untuk Pemilu 2024 berjalan lancar. Tidak semua partai mengajukan dan tidak semua yang mengajukan dinyatakan dengan status diterima. Berkas Partai Garuda dikembalikan karena tidak lengkap.
Partai Garuda tidak mengajukan perbaikan sampai akhir masa pendaftaran. KPU Sampang menunggu keputusan KPU RI yang berwenang memutuskan perkembangan kepesertaan bacaleg mereka.
Dua partai lagi dari awal tidak mengajukan pendaftaran bacaleg. Yakni, Partai Buruh dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). ”Dari 16 parpol, 15 parpol statusnya diterima. Sementara satu parpol dikembalikan. Kemudian, 2 parpol lainnya tidak mengajukan sampai masa pengajuan ditutup,” jelasnya.
Ketua DPC Partai Garuda Sampang Mino menyampaikan, dokumen pengajuan bacaleg dari partainya dikembalikan. Sebab, dokumen partai tidak ter-update di sistem informasi politik (sipol) KPU. Bukan kekurangan berkas dari bacalag yang akan didaftarkan.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dewan Pengurus Pusat Partai Garuda dan sudah siap mengunggah. Namun, masih terkendala gangguan server. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan KPU dan akan tetap mengikuti pemilu. ”Kami sudah upayakan dan keputusan KPU nanti tetap kami terima,” jelasnya.
Sementara itu, 630 bacaleg di Pamekasan terdiri atas 418 laki-laki dan 212 perempuan. Mereka berebut 45 kursi DPRD dari lima daerah pemilihan (dapil). Perinciannya, dapil 1 delapan kursi, dapil 2 sembilan kuri, dapil 3 sepuluh kursi, serta dapil 4 dan 5 masing-masing sembilan kursi. Ratusan bacaleg itu berasal dari 18 parpol.
”Ini (verifikasi) berlangsung antara 15 Mei–25 Juni 2023. Kemudian, kami sampaikan ke parpol hasil verfikasinya seperti apa,” terang Komisioner KPU Pamekasan Divisi Teknik Penyelenggaraan Moh. Amiruddin kemarin (15/5).
Verifikasi itu dilakukan untuk melihat kesesuaian dokumen persyaratan. Misalnya, keaslian kartu tanda penduduk (KTP), ijazah, dan berkas-berkas lain. Apabila sudah sesuai, bisa ditetapkan sebagai daftar bacaleg. ”Pun ketika sudah kami tetapkan, itu bergantung ke parpol karena bisa saja ada perubahan atau pergeseran,” tambahnya.
Menurut Amir, bacaleg yang didaftarkan oleh partai didominasi wajah-wajah baru. Terutama generasi muda. Hal itu memberikan warna bagi demokrasi politik di Indonesia.
Meski demikian, pihaknya belum mengetahui apakah ada bacaleg yang pindah partai. Sebab, verifikasi belum selesai. ”Tapi, mayoritas incumbent yang saat ini masih menjabat anggota legislatif tetap berkontestasi di Pemilu 2024 ini. Mungkin saja ada yang naik ke Jatim atau RI,” ujarnya. Termasuk Halili yang saat ini menjabat ketua DPRD Pamekasan.
Pada Pemilu 2019, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meraih kursi terbanyak. Yakni, 12 kursi. Mampukah partai yang berlambang Kakbah ini mempertahankan eksistensinya di Pamekasan, mengingat kontestasi politik praktis semakin terbuka. Semua partai dengan basis dukungannya berlomba-lomba menjadi yang terbaik.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Pamekasan Wazirul Jihad mengeklaim, elektabilitas PPP semakin meningkat. Karena itu, dia yakin pada Pemilu 2024 masih bisa mempertahankan hasil terbaik seperti 2019. ”Bahkan, kami juga bertekad menambah perolehan kursi sesuai dengan nomor urut partai kami, yakni 17,” katanya.
Wazir menyebut akan memperkuat basis soliditas partai. Terutama antaranggota dan pendukung. Konsolidasi tingkat bawah akan diperkuat.
”Kami percaya para caleg yang kami usung itu punya soliditas dan loyalitas tinggi. Terbukti, incumbent yang mendaftar lagi itu merupakan inisiatif dari mereka sendiri. Bukan karena instruksi partai,” tegasnya.
Pengamat politik Imadoeddin mengatakan, dinamika pemilu terutama bursa legislatif 2024 tidak jauh berbeda dengan 2019. Hanya, munculnya wajah baru, terutama dari generasi milenial, akan sedikit memberi perbedaan. ”Terutama dari mereka yang latar belakangnya aktivis,” sambungnya.
Imad membagi pola perpolitikan kaum milenial menjadi dua. Pertama, kanan yang dasarnya lebih pada nilai-nilai ideologis. Kedua, kiri yang lebih banyak dikonstruk oleh politik pragmatis.
”Nah, milenial kanan ini memang sadar bahwa ada tatanan yang harus diperbarui dan ingin mengubah praktik-praktik kotor dalam politik. Misalnya, korupsi atau arogansi kekuasaan yang justru menyengsarakan masyarakat. Sementara kaum milenial kiri landasan politiknya cukup pragmatis. Misalnya, karena ikut senior-seniornya,” ulasnya.
Dia mengingatkan, kaum milenial yang terjun dalam dunia perpolitikan harus betul-betul memiliki prospek luas. Juga bisa memberikan sumbangsih untuk perbaikan dan kemajuan Pamekasan. ”Tidak sekadar ingin memiliki jabatan atau berbisnis, tapi bisa menunjukkan komitmen dan pengabdian untuk kerja-kerja yang lebih di Pamekasan,” ucapnya.
Dalam pengamatannya, anggota dewan di Pamekasan belum sepenuhnya berhasil. Bahkan, terkesan bernuansa kerja biasa. ”Dalam bahasa guyon kami itu ya, seperti berbagi proyek atau apalah. Nah, kaum milenial harus bisa berkaca dari ini dalam perpolitikan,” pintanya.
Terkait peluang PPP Pemilu 2024, Imad menyebut partai ini unik. Pasca-Reformasi berhasil mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Gerbang Salam. Padahal, PPP disebut partai fusi atau penyederhanaan dari empat partai. Yakni, Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Parmusi. ”Bahkan, di sisi lain NU juga membuat PKB. Ini yang menjadi faktor kenapa PPP itu unik,” jelasnya.
Imad menyebut, keberhasilan PPP dalam kancah perpolitikan di Pamekasan disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, barokah dari kalangan masyayikh, figur dari orang-orang yang ada di dalam, termasuk legislatif yang diusung tiap kali pemilu.
”Yang terakhir, kesuksesan PPP itu juga dari aspek ideologis. Artinya, para pendukung atau masyarakat yang memilih partai ini memang karena percaya pada ideologi politik dari PPP sendiri,” tandasnya. (jun/di/jup/bil/luq)
Editor : Abdul Basri