KWANYAR, RadarMadura.id– Disrupsi informasi berkembang sangat cepat. Namun tidak semua individu memiliki pemahaman komprehensif dalam menerima informasi yang beredar di media sosial (medsos). Sehingga, rentan menjadi korban informasi palsu alias hoaks.
Oleh sebab itu, UPTD SMPN 2 Kwanyar memfokuskan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan berbagai kegiatan edukatif yang berorientasi dalam beberapa hal. Yakni, terbentuknya generasi cerdas, mandiri, dan bertalenta.
”Kami berupaya tidak cuma mencetak generasi yang visioner, tetapi juga memiliki wawasan yang luas. Sehingga, bisa memfilter informasi yang diterima,” ujar kepala UPTD SMPN 1 Kwanyar Rakhmad Adhi Hartyanto. (jup)
Editor : Amin Basiri