Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dari Ruang Kuliah Mahasiswa Insya Bangkalan Sulap Daun Kelor Jadi Sabun

Amin Basiri • Jumat, 12 Juni 2026 | 09:25 WIB
BERNILAI EKONOMIS: Jajaran sivitas akademika Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (Insya) Bangkalan, menunjukkan sabun yang terbuat dari daun kelor Selasa (2/6).
BERNILAI EKONOMIS: Jajaran sivitas akademika Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (Insya) Bangkalan, menunjukkan sabun yang terbuat dari daun kelor Selasa (2/6).

Di tangan mahasiswa, daun kelor tak lagi sekadar pelengkap hidangan di meja makan. Tanaman yang selama ini tumbuh akrab di pekarangan warga itu disulap menjadi sabun alami bernilai ekonomis melalui inovasi mahasiswa Institut Agama Islam Syaichona Muhammad Cholil (Insya) Bangkalan.

 KREATIVITAS mahasiswa Institut Agama Islam Syaichona Muhammad Cholil (Insya) Bangkalan patut diapresiasi. Mereka berhasil menyulap daun kelor menjadi sabun batangan alami bernama Moringa Soap.

 Produk tersebut tidak hanya memanfaatkan potensi lokal, tetapi juga berpeluang dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomis.

Selama ini daun kelor di Madura, khususnya di Bangkalan, lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Namun, melalui inovasi mahasiswa Insya, tanaman yang dikenal kaya manfaat itu kini diolah menjadi sabun kesehatan dan kecantikan.

Dosen pembimbing Insya Amir Hamzah menuturkan, ide pembuatan sabun daun kelor muncul setelah kampus menerapkan Kurikulum Merdeka pada awal 2025.

Melalui kurikulum tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan produk sesuai minat serta potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Menurut dia, daun kelor dipilih karena mudah ditemukan di Bangkalan dan selama ini pemanfaatannya masih terbatas sebagai bahan sayuran. Padahal, tanaman tersebut memiliki banyak khasiat yang dapat diolah menjadi produk lain yang lebih bernilai.

Setelah idenya muncul, kami sampaikan kepada pimpinan kampus dan alhamdulillah mendapat persetujuan,” ujarnya.

Selanjutnya, mahasiswa mulai mengembangkan produk tersebut dengan pendekatan edukatif. Mereka menyusun business plan dalam bahasa Inggris sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Meski belum dipasarkan secara luas, tim saat ini tengah berkonsultasi dengan dinas kesehatan untuk mengurus perizinan, termasuk sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).Harapan kami, produk ini nantinya bisa mengantongi izin BPOM,” katanya.

Amir menjelaskan, proses pembuatan sabun tidak berlangsung mudah. Tim harus melewati delapan kali kegagalan sebelum akhirnya menemukan formula yang tepat. Bahan yang digunakan seluruhnya berasal dari bahan alami, yakni bubuk daun kelor, susu kambing etawa, minyak zaitun, dan minyak kelapa.

Menurut dia, keterbatasan dana masih menjadi tantangan dalam pengembangan produk. Saat ini kemasan sabun masih dibuat secara sederhana karena seluruh biaya produksi berasal dari donasi mahasiswa.

 ”Packaging masih sederhana karena keterbatasan dana. Biaya produksi murni dari donasi mahasiswa,” ungkapnya.

Sabun tersebut diberi nama Moringa Soap yang berarti sabun kelor. Saat ini produk masih dibuat dalam bentuk batangan, tetapi ke depan direncanakan akan dikembangkan menjadi sabun cair. Harga jualnya diperkirakan berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu per batang.Untuk biaya produksi satu kali pembuatan sekitar Rp 300 ribu,” jelasnya.

Amir menambahkan, kandungan daun kelor yang kaya vitamin membuat sabun tersebut baik untuk perawatan dan regenerasi kulit. Produk itu juga diklaim cocok untuk membantu mengatasi kulit berminyak dan berjerawat.

Meski tanpa bahan pengawet dan bahan kimia tambahan, sabun dapat bertahan hingga dua bulan.Sabun ini tanpa pengawet dan tanpa bahan kimia, murni menggunakan bahan alami,” tegasnya.

Sebagai inovasi yang memanfaatkan potensi lokal, Amir berharap Moringa Soap mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Dengan dukungan tersebut, produk diharapkan bisa berkembang lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kami ingin mengembangkan produk ini lebih jauh, termasuk menjadi sabun cair. Semoga mendapat dukungan dari Pemkab Bangkalan,” harapnya. (za/han)

Editor : Amin Basiri
#Moringa Soap #Insya Bangkalan #sabun