PROBOLINGGO, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Momentum tersebut dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Reaktualisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Madura Pandalungan” yang berlangsung di Kampus UNZAH Genggong, Kabupaten Probolinggo.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh KH. Hasan Ahsan Malik, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan, bersama Rektor UNZAH Dr. Abdul Aziz Wahab, BA., M.Ag., CH., CHT. Dari pihak UTM, hadir Rektor Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Dr. Erma Rusdiana, S.H., M.H., dan Ketua Pusat Studi Kemaduraan Dr. Saiful Abdullah, S.H., M.H.
Rektor UTM, Prof. Safi’, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keluarga besar UNZAH Genggong. Ia menegaskan kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan ikhtiar bersama mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah melalui kolaborasi nyata.
Baca Juga: Tim PKM UTM Kembangkan Bahan Bacaan di Sampang
“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UNZAH, Dr. Abdul Aziz Wahab, menyatakan rasa bangganya atas kehadiran rombongan UTM. Menurutnya, sebagai kampus berbasis pesantren, UNZAH siap menindaklanjuti kerja sama akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat sesuai amanat tridarma perguruan tinggi.
Di tempat yang sama, KH. Hasan Ahsan Malik menekankan pentingnya memperkuat silaturahmi antara pesantren dan perguruan tinggi.
Menurutnya, sinergi ini menjadi jembatan yang menyatukan nilai kepesantrenan, kearifan lokal Madura Pandalungan, dan dunia akademik untuk menjawab tantangan global.
Baca Juga: Prodi Pendidikan Informatika UTM Gelar Seminar Nasional Tingkatkan Pembelajaran di Era Digital
Prinsip yang dipegang Pondok Pesantren Zainul Hasan tetap relevan: al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang baik sambil mengambil hal baru yang lebih baik).
Melalui MoU ini, kedua kampus sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang pengembangan riset berbasis kearifan lokal Madura Pandalungan, program pertukaran dosen dan mahasiswa, kajian akademik, serta pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren dan budaya lokal.
“Kerja sama ini diharapkan melahirkan inovasi akademik sekaligus menjaga identitas budaya Madura di tengah arus globalisasi,” ujarnya. (za/dry).
Editor : Hendriyanto