BANGKALAN, RadarMadura.id – Ratusan unit Chromebook bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada era Menteri Nadiem Makarim masih digunakan oleh puluhan sekolah di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Perangkat itu tersebar di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), hingga Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS).
Chromebook sendiri merupakan jenis laptop berbasis ChromeOS, sistem operasi ringan dari Google yang mengutamakan aplikasi web dan layanan cloud.
Perangkat ini dikenal sederhana, aman, hemat daya, dan sangat bergantung pada koneksi internet. Umumnya digunakan untuk penjelajahan web, produktivitas dasar, hingga aplikasi Google dan Android.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, menjelaskan terdapat 32 sekolah penerima bantuan perangkat keras tersebut.
“Ada 19 lembaga pada tahun 2021 dan 207 lembaga tahun 2022 yang mendapat bantuan Chromebook untuk tingkat SDN, SMPN, dan SMPS,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).
Rinciannya, pada 2021 terdapat satu SDN, 13 SMPN, dan lima SMPS dengan total 30 unit. Sedangkan pada 2022, penerima terdiri atas 123 SDN dan 84 SMPS, dengan total masing-masing lembaga mendapat 15 unit.
“Untuk tahun 2023 hingga sekarang sudah tidak ada lagi penyaluran,” tambahnya.
Menurut Ali Yusri, perangkat itu hingga kini masih difungsikan di sekolah. Penggunaannya tidak hanya untuk mendukung latihan siswa sebelum ujian yang sudah berbasis komputer, tetapi juga membantu guru dalam mencatat administrasi sekolah maupun kegiatan belajar mengajar (KBM).
Baca Juga: Wabup Fauzan Minta SPPG Taati SOP, Cegah Keracunan Massal MBG di Bangkalan
“Bantuan Chromebook itu utamanya memang untuk siswa. Tapi jika guru perlu, juga bisa memanfaatkannya sesuai kebutuhan,” terangnya.
Lebih jauh, perangkat tersebut juga digunakan dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), kegiatan ekstrakurikuler, hingga media pembelajaran berbasis digital.
“Iya, sampai saat ini masih dipakai. Selain untuk ANBK, juga untuk administrasi, KBM, dan pengembangan IT di sekolah,” pungkasnya. (c1/dry)