SAMPANG, RadarMadura.id – Direktur Politeknik Negeri Madura (Poltera) Laily Ulfiyah mengukuhkan 426 mahasiswa baru, Selasa (19/8).
Pengukuhan ratusan mahasiswa tahun akademik 2025/2026 itu berlangsung di gedung Bengkel Tenaga Poltera.
Sebelum dikukuhkan, seluruh mahasiswa baru mengikuti pendidikan dan pelatihan kedisiplinan, kewiraan dan wawasan kebangsaan.
Pelatihan ini berlangsung selama lima hari sejak Senin hingga Jumat (11-15/8).
Poltera menggandeng Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) dalam pelaksanaan pelatihan.
Kegiatan ini menjadi tradisi khas Poltera dalam membentuk karakter mahasiswa baru agar disiplin, tangguh, dan berjiwa nasionalis.
Pengukuhan ditandai dengan penyematan jas almamater Poltera kepada mahasiswa baru asal Papua.
Jas almamater disematkan langsung oleh direktur yang didampaingi ketua senat. Pengukuhan mahasiswa baru menjadi simbol jika mereka menjadi keluarga besar Poltera.
”Hari ini adalah hari bersejarah, mahasiswa baru resmi menjadi bagian dari keluarga besar Poltera. Jas almamater yang dipakai bukan hanya seragam, tapi simbol tanggung jawab, disiplin, dan kehormatan,” ujar Laily di hadapan mahasiswa.
Ditambahkan, dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang pintar, tapi juga pekerja keras, pemimpin, dan inovator sejati.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari Papua menjadi bukti bahwa Poltera adalah rumah bersama bagi seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.
Tahun ini, mahasiswa baru Poltera berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dari Madura dan Jawa Timur, ada pula mahasiswa dari Jakarta, Bekasi, Bali, Riau, hingga Papua.
”Artinya, kepercayaan masyarakat terhadap Poltera sebagai kampus vokasi negeri semakin luas,” ungkapnya.
Mahasiswa baru akan menempuh pendidikan di empat jurusan strategis. Yaitu, jurusan teknologi elektro, rekayasa mesin dan industri, teknologi kemaritiman, dan kesehatan.
Dia menegaskan, Poltera menjadi kampus vokasi negeri yang inklusif, berkualitas, disiplin, dan menjadi jembatan penyatu keberagaman Nusantara melalui pendidikan.
Laily menambahkan, kehadiran mahasiswa dari Papua tidak hanya menjadi kebanggaan, tapi juga melambangkan semangat kebersamaan dalam keberagaman.
Poltera berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tapi juga menjunjung tinggi persaudaraan, toleransi, dan semangat kebangsaan.
”Dari Madura, kita tunjukkan bahwa anak bangsa mampu berprestasi dan bersaing di tingkat nasional maupun dunia. Jangan pernah takut bermimpi besar, jangan pernah menyerah, dan jadilah mahasiswa yang mengukir prestasi dengan kerja nyata. Bersama Poltera, mari kita wujudkan masa depan gemilang,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Hendriyanto