BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berkerja sama dengan Pioneer Global Education (PGE) Australia Selasa (15/4).
Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilaksanakan dalam kegiatan kuliah tamu di lantai 10 Gedung Rektorat UTM.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Director-Ceo and Executive Director PGE Amar N Rai. Juga beberapa tokoh Madura yang peduli pendidikan. Antara lain, Ketua Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Muhammad Rawi dan anggota DPR RI Erick Hermawan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UTM Achmad Amzeri mengutarakan, kerja sama dengan PGA difasilitasi oleh IKAMA. Lembaga konsultansi pendidikan dan imigrasi itu sudah ada di beberapa negara seperti Kanada dan Australia.
Pioneer Global Education ini memiliki visi dan misi menarik calon mahasiswa yang ingin berkuliah ke luar negeri.
”Tidak hanya studi lanjut, tapi melalui PGE ini mahasiswa bisa magang dan bekerja di luar negeri,” ujarnya.
PGE memberikan beberapa kemudahan yang bisa diakses mahasiswa. Di antaranya, informasi tentang tata cara kuliah di luar negeri beserta peluang beasiswa. Termasuk cara pengurusan visa.
Dari kemitraan yang dibangun bersama PGE, UTM akan membuat double degree. Yakni, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh kuliah di UTM selama tiga tahun. Sedangkan satu tahun sisanya bisa ditempuh di kampus luar negeri.
Dengan begitu, mahasiswa bisa mendapatkan dua gelar sekaligus. ”Rencana ini akan kami tindak lanjuti dan akan kami diskusikan dengan pimpinan beserta semua dekan. Peluangnya sementara memang di bidang pertanian,” ucapnya.
Amzeri menambahkan, UTM menyandang akreditasi unggul. Jadi, kualitas pendidikan dan riset yang dihasilkan harus melampaui standar nasional. Bahkan, harus berstandar internasional.
”Dengan tujuh program studi di universitas yang telah berhasil meraih akreditasi internasional, kami berharap semakin mengukuhkan kualitas pendidikan kami berskala internasional,” harapnya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana