Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sekolah Adiwiyata Nasional Stagnan, Tak Ada Usulan Sekolah Adiwiyata Mandiri

Ina Herdiyana • Sabtu, 13 Juli 2024 | 13:40 WIB
PULANG SEKOLAH: Siswa SDN Gunong Sekar 2, Sampang, berjalan di halaman sekolah setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, Jumat (8/3). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
PULANG SEKOLAH: Siswa SDN Gunong Sekar 2, Sampang, berjalan di halaman sekolah setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, Jumat (8/3). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pembentukan sekolah adiwiyata di Sampang belum merata. Dari ratusan lembaga SD dan SMP masih banyak sekolah yang belum dibentuk menjadi sekolah adiwiyata.

Kepala DLH Perkim Sampang Faisol Ansori mengatakan, sejauh ini sudah ada 42 sekolah adiwiyata jenjang SD dan SMP. Sedangkan sekolah yang lainnya belum terbentuk.

”Perinciannya, 30 sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, 6 sekolah tingkat provinsi, 5 sekolah tingkat nasional, dan 1 sekolah tingkat mandiri,” ungkapnya.

Tahun ini pihaknya bakal kembali membentuk beberapa sekolah menjadi sekolah adiwiyata. Tingkat kabupaten ada empat sekolah dan untuk adiwiyata tingkat provinsi, pihaknya mengusulkan satu sekolah.

”Sedangkan untuk yang tingkat nasional dan mandiri masih belum ada pengusulan tahun ini,” terangnya.

Menurut dia, sekolah yang dibentuk menjadi sekolah adiwiyata mengimplementasikan tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Sebab, lingkungan saat ini mulai banyak tercemari oleh sampah plastik dan penggunaan rumah kaca.

”Sehingga membuat bumi semakin panas. Karena itu, mesti ada penanaman nilai sejak dini agar siswa dapat lebih mencintai lingkungan,” terangnya.

Secara bertahap, semua sekolah akan terus diberi pembinaan oleh institusinya. Tujuannya, memberikan penjelasan akan pentingnya menjaga lingkungan. Salah satunya dengan menjadi sekolah adiwiyata.

”Sekolah mesti memulai untuk melatih siswa mencintai lingkungan. Dengan demikian, nantinya dapat mempraktikkannya di rumah masing-masing,” terangnya.

Sekretaris Disprndik Sampang Muhammad Imran mengatakan, pihaknya sudah mendorong semua sekolah, baik SD maupun SMP, untuk menjadi sekolah adiwiyata  bekerja sama dengan DLH perkim.

Pihaknya menginginkan tahun ini setiap kecamatan minimal harus ada satu sekolah adiwiyata.

”Masih sedang kami upayakan untuk dirintis secara perlahan tiap sekolah menjadi sekolah adiwiyata,” pungkasnya. (bai/luq)

Editor : Ina Herdiyana
#stagnan #mandiri #pendidikan #Sekolah Adiwiyata Nasional