PAMEKASAN, RadarMadura.id – Nilai-nilai keberagamaan terus didengungkan IAIN Madura. Kampus yang berdiri 1997 itu berkomitmen untuk ikut serta menyukseskan salah satu program prioritas Kemenag RI itu.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni training of trainer (ToT) Penguatan Moderasi Beragama selama enam hari sejak Senin (27/5).
Kegiatan itu diinisiasi Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura yang bekerja sama dengan Balai Diklat Kemenag RI.
Rektor IAIN Madura Dr. Saiful Hadi, M.Pd. menyampaikan, moderasi beragama menjadi tagline yang sudah disematkan pada kampus.
Dengan demikian, civitas academica bisa memahami perilaku kehidupan keagamaan yang moderat.
Orang nomor satu di lingkungan IAIN Madura itu mendukung terselenggaranya kegiatan ToT tersebut.
Dia berharap, peserta yang dilatih menjadi instrumen yang lebih kuat dalam mengimplementasikan nilai-nilai keberagamaan.
”Orientasinya adalah bersama-sama membangun kehidupan masyarakat yang inklusif dan jauh dari paham atau ideologi radikal atau ekstrem dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, beragama, dan berkehidupan sosial,” sambungnya.
Saiful meyakini bahwa kegiatan ToT bisa menghasilkan program-program nyata terkait dengan Tridarma Perguruan Tinggi.
Termasuk dengan munculnya aktivitas nonakademik yang menunjukkan arah serta kultur kehidupan lebih baik.
Anggota Rumah Moderasi Beragama IAIN Madura Mohammad Farah Ubaidillah menambahkan, ToT tersebut menjadi agenda nasional.
Apalagi, Kemenag berkewajiban memasifkan pemahaman moderasi beragama.
”Yang bisa diajak kerja sama dalam upaya ini adalah pihak kampus. Maka, dibentuklah Rumah Moderasi Beragama yang bertugas menerjemahkan kegiatan-kegiatan moderasi beragama. Salah satunya adalah kegiatan ToT,” jelasnya.
Menurut Farah Ubaydillah, pelatihan juga merupakan bentuk dukungan indikator kinerja utama (IKU) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Dalam ToT tersebut, peserta terdiri atas 20 dosen terpilih di IAIN Madura.
”Mereka telah dinyatakan lulus dari hasil seleksi yang dilakukan oleh Rumah Moderasi Beragama. Selanjutnya, peserta juga akan melalui asesmen yang dilakukan Balai Diklat Kemenag RI sebelum meyandang fasilitator,” tuturnya.
ToT Penguatan Moderasi Beragama digelar selama enam hari. Peserta disuguhi materi yang disampaikan oleh fasilitator dan tenaga ahli.
Salah satunya, mantan Kemenag RI Lukman Hakim Saifuddin. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana