RadarMadura.id— Kecemasan yang melanda mahasiswa selama masa perkuliahan bukanlah hal yang asing.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School dan dipublikasikan oleh Harvard Health Publishing, terungkap bahwa sekitar 77% dari 54.000 mahasiswa di Amerika Serikat merasa perlu mendiskusikan kecemasan mereka dengan profesional kesehatan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa 35% dari mereka didiagnosis mengalami kecemasan, dengan penyebab yang beragam mulai dari kurang tidur, konsumsi kafein berlebih, hingga tekanan akademis.
Jean M Twenge, Gabrielle N Martin, dan W Keith Campbell dalam jurnal Emotion menemukan bahwa penggunaan komunikasi elektronik yang berlebihan dapat menghambat adaptasi sosial selama masa kuliah, terutama jika hal itu menggantikan interaksi sosial langsung yang lebih sehat.
Harvard Medical School menawarkan beberapa saran praktis untuk mengatasi kecemasan di lingkungan kampus:
-
Mendekati Sumber Bantuan:
Mahasiswa disarankan untuk tidak menghindari pemicu kecemasan, melainkan mendekati individu yang dapat memberikan dukungan, seperti dosen atau rekan di lingkungan kampus.
-
Merawat Diri:
Menjaga rutinitas sehari-hari, termasuk pola makan, tidur, dan olahraga, dianggap penting untuk mengatur suasana hati dan mengurangi stres.
-
Memanfaatkan Layanan Kampus:
Mahasiswa diingatkan untuk memeriksa dan memanfaatkan layanan bimbingan akademik, dukungan kuliah, dan kesehatan mental yang disediakan oleh universitas.
Harvard juga menekankan pentingnya dukungan dari orang tua dalam proses adaptasi mahasiswa, baik sebelum maupun selama masa perkuliahan.
Dengan langkah-langkah yang tepat, kecemasan yang dialami mahasiswa dapat dikelola dengan lebih baik, membantu mereka untuk sukses dalam studi dan persiapan karier mereka. (fadila)