BANGKALAN, RadarMadura.id – Tujuh program studi (prodi) di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) diproyeksikan menyandang akreditasi internasional. Berbagai persiapan dilaksanakan demi mewujudkan target itu.
Salah satunya dengan melaksanakan workshop Strategi Penyiapan Visitasi Akreditas Internasional di Aula Syaichona Muhammad Kholil Selasa (26/3).
Kegiatan itu diikuti dosen dan civitas academica dari tujuh prodi yang diajukan untuk mendapat akreditasi internasional.
Rektor UTM Safi’ mengutarakan, persiapan visitasi akreditasi internasional tujuh prodi semakin matang. Semua dokumen sudah di-submit.
Selain itu, pihaknya telah melaksanakan kontrak dengan Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
”Hanya ada beberapa yang berkaitan dengan sarpras yang tengah kami siapkan agar memenuhi standar FIBAA,” ucapnya.
UTM masih memiliki waktu dua bulan untuk mempersiapkan visitasi yang akan digelar pada Juni mendatang. Sementara workshop yang dilaksanakan bertujuan untuk persiapan sebelum pelaksanaan visitasi akreditasi internasional.
Mantan dekan Fakultas Hukum (FH) UTM itu menjelaskan, tujuh prodi yang diajukan agar mendapatkan akreditasi internasional tersebar di empat fakultas.
Yakni, prodi ilmu hukum, manajemen, akuntansi, dan ekonomi pembangunan. Kemudian, prodi agribisnis, ilmu komunikasi, dan sastra Inggris.
”Tujuh prodi ini terdiri atas FH, fakultas ekonomi dan bisnis (FEB), fakultas pertanian, serta fakultas ilmu sosial dan ilmu budaya (FISIB),” urainya.
Safi’ berharap, usulan akreditasi internasional itu bisa dipersiapkan secara serius dan sesuai dengan standar FIBAA. Dengan begitu, pelaksanaan visitasi berjalan lancar dan hasilnya juga sesuai dengan harapan.
”Visitasi akreditasi ini dalam rangka meningkatkan performance institusi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh UTM,” katanya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana