Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Islamic Boarding School Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK), Manfaatkan Media Digital dalam Pembelajaran Kitab Kuning

Berta SL Danafia • Jumat, 22 Maret 2024 | 14:45 WIB
METODE KITAB KUNING: Pendiri dan Pengasuh IBS PKMKK, Dr. KH. Achmad Muhlis, M.A. (IBS PKMKK UNTUK JPRM)
METODE KITAB KUNING: Pendiri dan Pengasuh IBS PKMKK, Dr. KH. Achmad Muhlis, M.A. (IBS PKMKK UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kehidupan santri dan kitab kuning tidak dapat dipisahkan.

Kitab kuning yang dikenal sebagai karya klasik para ulama terdahulu tetap menjadi rujukan penting dalam memahami ajaran Rasulullah SAW.

IBS PKMKK mengambil inisiatif dengan memberikan pembelajaran baca cepat kitab kuning dengan metode Al-Fatih sejak setahun yang lalu.

Metode ini dipilih karena kemudahan pembelajaran bagi khalayak umum yang ingin memahami isi kitab kuning dengan cepat.

Kitab Al-Fatih merupakan metode cepat baca kitab kuning yang dikarang oleh KH A. Mufti pengasuh Khazin.

”Beliau Pondok Pesantren Sumber Mas Kampus II Almadinah Rombiya Barat Ganding, Sumenep, Madura,” ujar Dr. KH. Achmad Muhlis, M.A. selaku direktur utama IBS PKMKK.

Pria peraih anugerah Madura Awards itu menjelaskan, itu dilakukan sebagai langkah konkret dalam memperluas akses pembelajaran.

MEGAH: Bangunan gedung utama IBS PKMKK tampak dari luar. (IBS PKMKK UNTUK JPRM)
MEGAH: Bangunan gedung utama IBS PKMKK tampak dari luar. (IBS PKMKK UNTUK JPRM)

Termasuk untuk meningkatkan penghargaan terhadap warisan intelektual tradisional di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

”Santri IBS PKMKK mengkaji berbagai kitab klasik yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat sekarang,” ujarnya.

Kitab yang dipelajari di antaranya Safinatun Najah, Bidayatul Hidayah, Fathul Qarib, Lubabul Hadith, Hadith Arbain, Akhlaqun Nisa’, serta kitab-kitab lainnya.

Santri mengkaji kitab-kitab itu untuk memperoleh pemahaman lebih dalam tentang nilai-nilai kehidupan, moralitas, dan spiritualitas.

Menariknya, lanjut Muhlis, IBS PKMKK mengimplementasikan pembelajaran kitab kuning dengan dunia digital.

Praktiknya, setelah santri mengaji kitab kuning mereka membuat konten kreatif tentang bab-bab yang dipelajari.

ANTUSIAS: Siswa praktik materi pembelajaran live streaming dan manajemen pertelevisian di halaman IBS PKMKK. (IBS PKMKK UNTUK JPRM)
ANTUSIAS: Siswa praktik materi pembelajaran live streaming dan manajemen pertelevisian di halaman IBS PKMKK. (IBS PKMKK UNTUK JPRM)

Langkah itu dilakukan untuk menjawab tentang penggunaan media digital sebagai sarana efektif dalam pembelajaran.

Harapannya, nilai-nilai yang terkandung dalam kitab kuning dapat diterima masyarakat.

”IBS PKMKK telah memperkuat brand-nya sebagai lembaga pendidikan berbasis multimedia,” ungkap dosen IAIN Madura itu.

Muhlis menyampaikan, santri diajarkan menguasai teknologi. Sejumlah peralatan elektronik menjadi pendukung kegiatan dalam membuat konten.

Apalagi di dunia global, santri dituntut untuk bisa menguasai teknologi agar tidak gaptek.

”IBS PKMKK memberikan pendidikan holistik yang tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tapi juga menumbuhkan pemikiran kritis dan penerapan teknologi dalam berdakwah serta pemahaman tentang alam semesta,” pungkasnya. (sin/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#IBS PKMKK #kitab kuning