BANGKALAN, RadarMadura.id – Jumlah guru dan tenaga kependidikan (GTK) di lingkungan madrasah Bangkalan belum ideal.
Meski demikian, jumlah lembaga mengalami tambahan. Setidaknya ada lima madrasah baru berdiri.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bangkalan Sulaiman menyampaikan, jumlah GTK di madrasah bertambah. Meski demikian, hal itu belum memenuhi kekurangan guru.
Data itu berdasarkan Berita Acara Pembaruan (BAP) Education Management Information System (EMIS) Desember 2023.
”Dari BAP EMIS kemarin ada tambahan, tapi itu masih kurang,” jelasnya.
Per 31 Desember 2023, jumlah GTK di madrasah ada 5.050 orang. Angka tersebut mengalami tambahan dari sekitar 4.500 GTK sebelumnya.
Hal itu terjadi karena bertambahnya jumlah madrasah. ”Ada tambahan lima madrasah kemarin. Yakni, RA dua lembaga, MI 1 lembaga, dan MA dua lembaga,” tambahnya.
Bertambahnya jumlah GTK disebabkan bertambahnya jumlah kelas di madrasah.
Sebab, sebagian madrasah masih ada yang menerapkan satu kelas karena tergolong madrasah baru.
”Jadi, ketika menambah kelas, otomatis kebutuhan gurunya bertambah,” terangnya.
Sulaiman menyampaikan, meski tahun ini GTK bertambah, masih kurang dengan kebutuhan 46.000 siswa. Kebutuhan rasio 10 anak satu guru.
”Artinya, ini gurunya saja yang dibutuhkan 4.600 sekian, belum masih ditambah kepala madrasahnya,” terangnya.
Pihaknya tidak bisa menolak tambahan madrasah meski jumlah guru masih kurang.
Sebab, Kemenag sudah mempertimbangkan kebutuhan pendidikan di daerah tertentu. Misalnya, pertimbangan jarak tempuh antarsekolah yang jauh.
”Kalau jaraknya jauh, itu masih dibutuhkan meski kebutuhan guru lebih dibutuhkan. Untuk rekrutmen tahun ini insyaallah ada. Semoga adanya CPNS ini, kebutuhan GTK kita terpenuhi,” harapnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia