RadarMadura.id – Taneyan lanjang (Madura, Red) berarti halaman panjang yang berisi jejeran rumah. Ini adalah pola permukiman suku Madura yang menunjukkan eratnya hubungan kekerabatan.
Taneyan lanjang dimulai dengan rumah utama yang disebut roma tonggu yang mengarah ke selatan. Di sini sepasang suami-istri membangun rumah mereka beserta langgar (tempat ibadah keluarga), kandang hewan, dan dapur.
Mereka juga wajib memberikan rumah warisan (sangkolan) kepada anak perempuan mereka. Rumah warisan ini dibangun di sebelah timur rumah utama. Jika ada anak perempuan lagi, akan dibangun rumah lagi di sebelah timur.
Jika sudah tidak ada tempat, rumah warisan bakal dibangun di depan roma tonggu. Rumah-rumah di taneyan lanjang umumnya memiliki satu pintu di depan, satu teras untuk tamu perempuan, dan satu kamar tidur.
Terasnya setengah terbuka agar penghuni bisa saling mengawasi tamu-tamu yang datang. Rumah-rumahnya ditinggikan sekitar 40–50 cm dari tanah yang rata.
Taneyan lanjang melambangkan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Madura yang mengutamakan kekerabatan, kebersamaan, dan kesetiaan. Di taneyan lanjang, semua anggota keluarga saling tolong-menolong dan menjaga keamanan bersama.
Taneyan lanjang juga mencerminkan identitas dan martabat suku Madura yang berbeda dengan yang lain. (fadila)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana