BANGKALAN, RadarMadura.id – Upaya Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk membuka fakultas kedokteran (FK) terus dimatangkan. Di antaranya, membangun kemitraan dengan rumah sakit milik pemerintah di empat kabupaten di Madura.
Terbaru, kerja sama dilakukan dengan manajemen RSUD Syamrabu. Pendatanganan kerja sama antara UTM dan pimpinan RSUD Syamrabu dilakukan Jumat (18/8). ”Alhamdulillah dan terima kasih karena permohonan kerja sama kami direspons baik dan cepat oleh manajemen RSUD Syamrabu, bahkan melebihi ekspektasi” ucap Rektor UTM Safi’.
RSUD Syamrabu tidak hanya bersedia menjadi rumah sakit pendidikan (RSP) satelit bagi FK UTM. Namun, juga bersedia membantu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dokter yang akan menjadi dosen di kampus terbesar di Madura ini. ”RSUD Syamrabu juga siap untuk men-support pemenuhan sarana laboratoriumnya,” ujarnya.
Mantan dekan Fakultas Hukum UTM itu menyatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapat persetujuan membuka FK. Di antaranya, bekerja sama dengan RSP utama dan satelit yang saat ini sudah dilakukan semua. Juga harus ada FK pendamping yang berakreditasi unggul. Namun, saat ini proposal yang kami ajukan ke FK Univeristas Brawijaya (UB) sudah disambut dengan baik.
”Saat ini kami tinggal melengkapi SDM minimal 26 dokter, termasuk menata laboratoriumnya,” katanya.
Safi’ menyatakan, RSP utama yang digandeng yaitu RSUD Slamet Martodrdjo (Smart) Pamekasan. Namun, karena rumah sakit yang paling dekat UTM adalah RUSD Syamrabu, pihaknya yakin mahasiswa akan lebih banyak memilih rumah sakit milik Pemkab Bangkalan itu.
”Kami berharap, tahun ini pengajuan pembukaan fakultas kedokteran itu bisa di-submit ke kementerian dan tahun depan visitasi. Juga bisa mendapat rekomendasi izin pembinaan FK,” katanya.
Plt Direktur RSUD Syamrabu Farhat Suryaningrat merespons positif kerja sama dengan UTM. Pembukaan FK memang menjadi harapan bersama. Sebagai rumah sakit tipe B pendidikan, RSUD Syamrabu akan mendukung pembukaan FK di UTM.
”Kebutuhan SDM yang memungkinkan untuk bisa kami bantu. Maka, akan kami coba penuhi. Sebab, UTM ini merupakan milik kita bersama masyarakat Madura,” katanya. (jup/luq)
Editor : Berta SL Danafia