Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kekerasan Anak di Sumenep seperti Fenomena Gunung Es

Berta SL Danafia • Sabtu, 19 Agustus 2023 | 16:59 WIB
ANTUSIAS: Ketua LPAI Seto Mulyadi diajak swafoto oleh pengurus DWP, guru PAUD, guru SD, hingga SMA setelah seminar di Sumenep, Jumat (18/8). (HERIVIYA YUVI/JPRM)
ANTUSIAS: Ketua LPAI Seto Mulyadi diajak swafoto oleh pengurus DWP, guru PAUD, guru SD, hingga SMA setelah seminar di Sumenep, Jumat (18/8). (HERIVIYA YUVI/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Kasus pencabulan dan kekerasan seksual pada anak ibarat fenomena gunung es. Yang terlihat hanya sedikit, tetapi kenyataannya banyak. Karena itu, diperlukan langkah preventif untuk menangani banyaknya kasus rersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi di Sumenep Jumat (18/8). Dia menanggapi maraknya kasus kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak. Terbaru, kasus pencabulan atau kekerasan seksual menimpa anak usia 12 tahun di Pulau Sapeken.

Pihaknya sudah bekerja sama dengan Polri. Poin penting kerja sama itu, selain pihak kepolisian, perlu peran serta pemberdayaan masyarakat. Dari kepolisian ada Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) untuk menggerakkan rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). ”Jadi, ada langkah-langkah perventif. Selain ada penanganan dari petugas, ya ada RT/RW,” jelasnya.

Melalui satgas perlindungan anak di tingkat rukun tetangga (Sparta), kasus kekerasan itu bisa dicegah. LPAI daerah nanti bisa menumbuhkan sebanyak mungkin Sparta. ”Kami akan dorong lahirnya Sparta di Sumenep, termasuk di kepulauan,” jelasnya.

Menurut dia, melindungi anak perlu peran orang sekampung. Mengandalkan orang tua tidak cukup. Orang sekampung itu adalah orang terdekat, RT, dan RW. Mereka saling peduli, saling mau tahu, saling membantu apabila ada yang mencurigakan.

”Seruan ini untuk kita semua karena angka kekerasan seksual terhadap anak mengalami peningkatan,” tegas Kak Seto.

Orang tua juga diharapkan dapat memberikan edukasi atau simulasi kepada anak sejak usia dini terkait bagian-bagian vital yang tidak boleh dipegang sembarang orang. Anak-anak perlu dilatih untuk melindungi diri. ”Diberikan pemahaman, harus berani berteriak, berani lari, dan berani lapor ketika ada pelaku walaupun diancam,” katanya. (via/luq)

Editor : Berta SL Danafia
#kekerasan #anak #sumenep #seksual #Seto #radar madura #lpai