Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lima Siswa di Lingkungan Kemenag Bangkalan Sempat Tidak Diluluskan

Berta SL Danafia • Sabtu, 12 Agustus 2023 | 17:51 WIB
PENDIDIKAN: Seorang santri melintas di depan Pondok Pesantren Nurul Cholil, Kelurahan Demangan, Bangkalan, Jumat (11/8). (AYU LATIFAH/JPRM)
PENDIDIKAN: Seorang santri melintas di depan Pondok Pesantren Nurul Cholil, Kelurahan Demangan, Bangkalan, Jumat (11/8). (AYU LATIFAH/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Penerimaan pendaftaran siswa baru (PPDB) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) usai beberapa bulan lalu. Namun, finalisasi penginputan data di setiap lembaga belum final. Lima data siswa sempat bermasalah karena kelulusan mereka tidak diverifikasi.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bangkalan Sulaiman menyampaikan, saat ini data siswa baru masih tahap pengentrian. Hal itu dilakukan setiap lembaga untuk diinput ke EMIS (education management information system).

”Sekarang sedang finalisasi PPDB ini untuk ajaran 2022–2023. Kemarin ada satu lembaga konsultasi ke sini terkait data siswanya yang tidak bisa ditarik,” katanya Rabu (9/8).

Data siswa yang bermasalah tersebut berasal dari MA Nurul Cholil, Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota. Data lima siswa tidak bisa dientri ke EMIS. Sebab, data kelulusan mereka belum diverifikasi oleh tiga lembaga asal.

”Operator Nurul Cholil memang tidak bisa mengimput karena dari operator lembaga sebelumnya belum diverifikasi kelulusan siswanya. Salah satunya di MTs Nurul Hidayah Tanah Merah asal siswanya,” jelasnya.

Siswa tersebut sudah dinyatakan diterima di MA Nurul Cholil. Namun, data kesiswaan mereka belum terdaftar EMIS. Kemenag masih menunggu konfirmasi keberlanjutan dari lembaga tersebut. ”Kami harapkan secepatnya diselesaikan, kasihan siswanya,” tuturnya.

Operator MA Nurul Cholil M. Yasin tidak memungkiri masalah data siswa tersebut. Pada saat itu, pihaknya ingin mendata peserta yang mendaftar di lembaganya. Namun, lima di antaranya belum diluluskan di EMIS lembaga asal. ”Saya kira sudah lulus, ternyata pas ditarik datanya tidak bisa,” ungkapnya.

Yasin menyampaikan, setiap siswa yang mendaftarkan diri pasti diterima dengan surat keterangan lulus (SKL). Kini total 242 siswa yang mendaftar dipastikan masuk EMIS. Termasuk lima siswa yang data mereka bermasalah. ”Baru bisa kami tarik datanya Senin (7/8) kemarin. Sudah tidak ada yang bermasalah,” paparnya.

Kepala MTs Nurul Hidayah Tanah Merah Muhammad Mukhsin menyampaikan, data siswa yang bermasalah sudah diselesailkan. Hal itu disebabkan waktu pengimputan kelulusan siswa di pangkalan data ujian madrasah (PDUM) tidak bersamaan dengan pengisian data EMIS. Pihaknya mendahulukan PDUM untuk siswa yang mendapatkan SKL.

”Cuma waktu mengentri EMIS yang belakangan, pastinya sekarang sudah kami verifikasi lulus semua. Sudah tidak ada masalah,” tegasnya. (ay/luq)

Editor : Berta SL Danafia
#bangkalan #emis #ma #radar madura #kemenag