Murid SMPN 2 Larangan Dibekali Pelatihan Jurnalistik

Hera Marylia • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:31 WIB
SERIUS: Murid SMPN 2 Larangan, Pamekasan, menyimak materi jurnalistik yang disampaikan pemateri, Selasa (13/10). (FAHMI JALIL/JPRM)
SERIUS: Murid SMPN 2 Larangan, Pamekasan, menyimak materi jurnalistik yang disampaikan pemateri, Selasa (13/10). (FAHMI JALIL/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keberanian bertanya menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa.

Untuk mengasah kemampuan tersebut, SMP Negeri 2 Larangan membekali murid dengan pelatihan jurnalistik, Selasa (13/10).

Kegiatan peningkatan literasi siswa bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Murid dikenalkan pada dasar-dasar jurnalistik, mulai dari menggali informasi, menyusun pertanyaan, melakukan wawancara, hingga mengolah hasilnya menjadi berita yang informatif.

Baca Juga: Honda CBR500R Diprediksi Meluncur Desember 2026 di India, Motor Sport 500 cc Bertenaga 47 BHP 

Kepala SMPN 2 Larangan Siti Jukhairiyah mengatakan, pelatihan jurnalistik menjadi sarana mengasah keberanian dan keterampilan komunikasi murid.

Kemampuan bertanya dan menyampaikan gagasan perlu dilatih agar siswa lebih percaya diri.

”Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga berani mencoba secara langsung. Dengan praktik wawancara, mereka belajar menyusun pertanyaan dan menggali informasi,” ungkapnya.

Menurut Siti Jukhairiyah, kerja sama dengan JPRM diharapkan memberikan pengalaman langsung mengenai proses kerja jurnalistik.

KOMPAK: Peserta pelatihan jurnalistik SMPN 2 Larangan berfoto bersama usai kegiatan, Selasa (13/10). (FAHMI JALIL/JPRM)
KOMPAK: Peserta pelatihan jurnalistik SMPN 2 Larangan berfoto bersama usai kegiatan, Selasa (13/10). (FAHMI JALIL/JPRM)

Sebab, media memiliki peran penting dalam mengasah keterampilan menggali informasi, menyusun berita, dan menyampaikan fakta secara akurat.

”Harapan kami dari materi dan praktik langsung yang diberikan, juga dapat diterapkan dalam kegiatan belajar maupun aktivitas literasi di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan Ahmad Basri Yulianto melalui Kepala Bidang Sekolah Menengah Jamil menilai, pelatihan jurnalistik sangat penting untuk peningkatan literasi siswa.

”Kami sangat mendukung, karena manfaatnya juga untuk masa depan murid,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Hera Marylia
dasar jurnalistik SMPN 2 Larangan keterampilan menggali informasi dispendikbud pelatihan jurnalistik