Ribuan Buruh Rokok Terima BLT DBHCHT

Amin Bashiri • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:52 WIB
BAHAGIA: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman (baju batik) didampingi Direktur CV Jawara Internasional Djaya Marsuto Alfianto (kemeja cokelat) menyerahkan BLT kepada buruh rokok, Kamis (24/9).
BAHAGIA: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman (baju batik) didampingi Direktur CV Jawara Internasional Djaya Marsuto Alfianto (kemeja cokelat) menyerahkan BLT kepada buruh rokok, Kamis (24/9).

PAMEKASAN, RadarMadura.is – Sebanyak 5.397 buruh pabrik rokok di Pamekasan tercatat sebagai penerima BLT DBHCHT.

Mereka berasal dari 64 perusahaan rokok legal yang memenuhi ketentuan penyaluran bantuan.

Salah satu penyaluran dilakukan kepada buruh CV Jawara Internasional Djaya. Sebanyak 537 pekerja menerima BLT tahap pertama sebesar Rp 600 ribu di Gudang 3 CV Jawara Internasional Djaya, kemarin (24/9).

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengapresiasi perusahaan yang memenuhi kewajiban terhadap pekerjanya.

Salah satunya melalui kepesertaan dan pembayaran BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut dia, kepatuhan pengusaha membayar BPJS juga ikut mendukung percepatan program universal health coverage (UHC) di Pamekasan.

Karena itu, semakin banyak pekerja yang terlindungi BPJS, semakin dekat pula target tersebut.

"Ketika yang membayar BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan semakin banyak, maka untuk UHC prioritas itu akan semakin dekat," ujar mantan anggota DPR RI itu.

Kiai Kholil menyatakan, CV Jawara sebagai salah satu perusahaan dengan pembayaran BPJS terbesar di Pamekasan.

Nilainya mencapai Rp 56,8 juta untuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Kholilurrahman menegaskan, Pemkab Pamekasan tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan UHC.

Para pemilik pabrik rokok juga diminta meningkatkan kepatuhan membayar cukai dan BPJS.

Pemerintah daerah telah berkirim surat dan mengumpulkan para pengusaha rokok.

 Peran pengusaha dinilai penting karena turut menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus membantu masyarakat kurang mampu.

"Peran pengusaha sangat penting. Pertumbuhan ekonomi di Pamekasan banyak disumbang dari pengusaha kita. Orang-orang fakir miskin harus kita perhatikan, bukan hanya pemerintah, tetapi pengusaha juga," tegasnya.

Selain itu, Kholilurrahman mengapresiasi program sosial CV Jawara. Perusahaan tersebut disebut telah memberangkatkan 27 orang untuk umrah gratis tanpa ikatan apa pun.

Kepada buruh penerima BLT, dia berpesan agar bantuan digunakan secara bijak.

Dana tersebut diharapkan tidak dihabiskan untuk kebutuhan yang kurang penting.

"Bersyukur agar BLT ini bisa bertahan lama dan berkesinambungan. Manfaatkan dana yang kecil itu secara maksimal, jangan dihambur-hamburkan," pesannya.

Sementara itu, Direktur CV Jawara Internasional Djaya Marsuto Alfianto menjelaskan, BLT yang diterima buruh merupakan bagian dari DBHCHT.

Perusahaan telah memenuhi kewajiban pembayaran cukai, pajak, PPN hasil tembakau, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.

"Yang didapat oleh para buruh pabrik hari ini itu adalah BLT DBHCHT dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau," kata pria yang juga seorang advokat itu.

Alfian menjelaskan, setiap buruh menerima Rp 600 ribu pada tahap pertama.

Total bantuan yang diterima masing-masing pekerja mencapai Rp 1,2 juta dan disalurkan dalam dua tahap.

Tahap pertama yang semestinya cair pada Februari–Maret 2026 baru terealisasi September 2026 karena APBD baru ditetapkan.

Sementara itu, sisa Rp 600 ribu dijadwalkan cair pada November–Desember 2026.

Alfian menyebut tidak ada ketentuan khusus mengenai lama bekerja. Namun, buruh harus bekerja secara terus-menerus selama setahun dan BPJS Ketenagakerjaannya dibayarkan perusahaan.

"Yang penting kerja di CV Jawara dan kita bayarkan BPJS-nya. Banyak perusahaan sudah menebus pita cukai, tetapi tidak membayar BPJS, sehingga BLT-nya tidak dapat," jelasnya.

Dari total lebih dari 700 buruh Jawara, baru 537 pekerja yang menerima bantuan.

Data penerima masih mengacu pada pendataan 2025 yang disalurkan pada 2026 sehingga pekerja yang baru masuk dalam tiga bulan terakhir belum tercatat.

Dia berharap jumlah penerima bisa bertambah pada penyaluran berikutnya. Jumlah buruh di Jawara sendiri disebut meningkat sekitar 350 persen, dari sebelumnya 177 orang menjadi 537 pekerja.

Selain BLT, CV Jawara juga menjalankan sejumlah program sosial. Salah satunya pemberangkatan umrah gratis bagi penghafal Al-Qur'an dan tokoh masyarakat.

Alfian menyebut hubungan baik antara pekerja dan pengusaha menjadi salah satu kunci perusahaan tetap bertahan.

"Rahasianya, kolaborasi antara pekerja dengan pengusaha itu berjalan dengan baik," pungkasnya. (afg/yan)

Editor : Amin Bashiri
pengusaha rokok BLT DBHCHT pabrik rokok