PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rencana revitalisasi empat sentra pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Pamekasan belum dikerjakan.
Proyek yang melekat di dinas koperasi, usaha kecil menengah, dan ketenagakerjaan (diskop UKM naker) tersebut berpotensi lompat tahun.
Plt Kepala Diskop UKM Naker Pamekasan Moh. Alwi mengatakan, saat ini proses yang sedang berlangsung adalah menjalin komunikasi dengan perwakilan PKL di masing-masing sentra.
Langkah itu diperlukan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pedagang sebelum revitalisasi direalisasikan.
Namun demikian, kebutuhan PKL nantinya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Sebab, tidak seluruh usulan pedagang dapat dipenuhi apabila tidak sesuai dengan alokasi anggaran.
"Kita harus mematangkan perencanaan dulu, seperti apa. Ini yang harus segera kita lakukan," katanya.
Dia mengakui, pelaksanaan proyek berpotensi dilakukan pada tahun berikutnya apabila proses perencanaan dan pengadaan tidak memungkinkan diselesaikan pada 2026.
Meski demikian, pihaknya masih berharap revitalisasi tersebut dapat direalisasikan tahun ini.
"Berpotensi seperti itu. Tapi harapannya mudah-mudahan 2026," ujarnya.
Selain itu, Alwi menegaskan bahwa rencana revitalisasi empat sentra PKL tersebut dipastikan belum terdampak dalam perubahan anggaran.
Anggaran untuk proyek tersebut masih dipertahankan karena masuk dalam program prioritas.
Sekadar diketahui, anggaran yang disiapkan Rp 4.001.523.000 untuk empat lokasi yang masuk rencana revitalisasi.
Meliputi Sentra PKL Sae Salera di Jalan Niaga, Sae Rassah di Jalan Dirgahayu, Food Colony di Jalan Kesehatan, serta kawasan eks-PJKA di Jalan Trunojoyo.
"Sementara tidak terdampak perubahan APBD 2026. Tetap, karena itu termasuk program prioritas," pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Hera Marylia