DPRD Pamekasan Dorong Pemkab Serius Benahi Layanan dan SDM RSUD Waru

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:11 WIB

 

JUJUKAN MASYARAKAT: Pengunjung berada di sekitar RSUD Waru, Selasa (1/9).
JUJUKAN MASYARAKAT: Pengunjung berada di sekitar RSUD Waru, Selasa (1/9).

 

WARU, RadarMadura.id Potensi RSUD Waru belum sepenuhnya tergarap. Rumah sakit yang berada di kawasan pantura Pamekasan itu dinilai layak mendapat intervensi lebih serius dari pemerintah daerah.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansari mengatakan, pengembangan RSUD Waru tidak cukup hanya dibahas dalam rapat. Setiap keputusan yang dihasilkan harus dikawal agar benar-benar berdampak terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Bupati harus bekerja keras dan melakukan intervensi secara serius. Jangan hanya selesai di meja-meja rapat, tetapi harus dikawal betul sejauh mana efektivitas keputusan yang dilakukan, katanya.

Rasyid menilai peningkatan status RSUD Waru menjadi rumah sakit tipe C perlu mulai dipikirkan. Sebab, rumah sakit tersebut memiliki posisi strategis untuk mengampu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah pantura Pamekasan.

Bahkan, jangkauan layanannya dinilai berpeluang mencakup masyarakat dari dua kabupaten tetangga. Karena itu, RSUD Waru dinilai tidak cukup jika hanya bertahan dengan status rumah sakit tipe D.

Salah satu persoalan yang harus dibenahi adalah ketersediaan dokter spesialis. Saat ini, dokter spesialis di RSUD Waru masih banyak yang berstatus kontrak, ungkapnya.

Menurut Rasyid, kondisi tersebut cukup membebani pendapatan rumah sakit yang menerapkan pola badan layanan umum daerah (BLUD). Selain itu, status kontrak membuat rumah sakit berisiko kehilangan dokter ketika mendapat tawaran yang lebih baik.

Dengan bentuk kontrak, ini menjadi sangat dilematis. Sewaktu-waktu dokter spesialis di RSUD Waru bisa saja memutus kontrak ketika ada tawaran yang lebih bagus, ujarnya.

Karena itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi bagian dari strategi pengembangan RSUD Waru. Salah satunya dengan menambah layanan dokter spesialis yang selama ini belum tersedia.

Rasyid mencontohkan layanan spesialis jantung. Kehadiran dokter spesialis tersebut tidak harus setiap hari, tetapi dapat dijadwalkan secara berkala untuk membuka akses pelayanan bagi masyarakat pantura.

Misalnya, di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan jumlah dokter spesialis jantungnya lebih dari satu. Bisa sesekali ditugaskan ke RSUD Waru atas perintah bupati, tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengatakan, peningkatan pelayanan kesehatan menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah. Perbaikan tidak hanya difokuskan pada RSUD Waru, tetapi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Pamekasan.

Kami berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan di Pamekasan secara keseluruhan. Bukan hanya di RSUD Waru, tetapi di semua fasilitas layanan kesehatan, katanya.

Menurut dia, sejumlah langkah khusus untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Waru juga tengah disiapkan. Salah satunya melalui penyegaran SDM rumah sakit.

Kholilurrahman menambahkan, upaya tersebut masih terus dimatangkan. Pemkab Pamekasan berusaha menyiapkan langkah yang tepat agar peningkatan pelayanan di RSUD Waru dapat berjalan maksimal.Semuanya tengah kami usahakan untuk peningkatan layanan RSUD Waru, pungkas bupati yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Desa Panempan, Kecamatan Pamekasan itu. (afg/han)

Editor : Amin Bashiri
layanan RSUD RSUD Waru pamekasan