PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pelayanan pemeriksaan menggunakan alat computed tomography (CT) scan di RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan belum optimal. Dari dua unit yang dimiliki, satu rusak total.
Kondisi tersebut membuat manajemen RSUD Smart memprioritaskan pengadaan CT scan baru. Alat tersebut dinilai lebih mendesak untuk menunjang pelayanan medis dibandingkan pengadaan alat kesehatan lainnya.
”Kita mengutamakan alat CT scan dulu, lebih urgen,” ungkap Plt Direktur RSUD Smart dr Syaiful Hidayat.
Pria yang akrab disapa dokter Yayak itu juga menyebut, selain unit CT scan yang tidak dapat dioperasikan, satu unit lainnya dinilai telah overtime. Meski masih berfungsi, masa pemakaiannya sudah cukup lama.
”Sudah overtime, sekitar tujuh tahun,” tegasnya.
Karena itu, pengadaan CT scan baru direncanakan masuk dalam anggaran tahun depan. Manajemen masih mempertimbangkan skema pengadaan, baik melalui pembelian langsung maupun kerja sama operasional (KSO).
”Anggarannya untuk pengadaan CT scan baru sekitar Rp 16 miliar,” sebutnya.
Besarnya kebutuhan anggaran tersebut membuat rumah sakit perlu menghitung skema pengadaan yang paling memungkinkan. Manajemen RSUD Smart berharap rencana ini dapat meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan pemeriksaan penunjang bagi pasien.
”Alat ini menjadi salah satu fasilitas penting dalam menunjang diagnosis berbagai kondisi medis,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail mendorong agar manajemen RSUD Smart menyiapkan perencanaan secara matang, baik melalui skema pembelian maupun KSO. Sehingga pengadaan CT scan dapat segera direalisasikan.
”Kalau memang kondisinya sudah tidak optimal dan dibutuhkan untuk pelayanan, tentu harus menjadi prioritas. Skema pengadaannya bisa dihitung dan dikaji mana yang paling efektif,” pesannya. (lil/han)
Editor : Amin Bashiri