PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penyegelan gedung SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan berdampak pada aktivitas tahun ajaran baru.
Selain menghambat kegiatan belajar mengajar (KBM), sekolah juga tidak bisa menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Akibatnya, seluruh siswa, termasuk peserta didik baru, mengikuti pembelajaran secara daring.
Kepala SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Ahmad Mahfud mengatakan, MPLS yang semestinya dimulai sejak Senin (13/7) terpaksa ditunda karena akses menuju gedung sekolah masih tertutup.
Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah baru akan dilaksanakan setelah kondisi normal.
”Saat ini siswa tetap belajar secara daring tanpa MPLS. (MPLS) nanti akan kami laksanakan setelah sekolah bisa kembali efektif,” katanya.
Mahfud menyampaikan, pada tahun ajaran baru 2026/2027, sekolah yang berada di Jalan Nyalaran, Kelurahan Kowel, tersebut menerima 33 siswa baru. Puluhan siswa tesebut tersebar di seluruh program keahlian.
”Sementara pembelajaran secara daring, sambil menunggu penyelesaian persoalan penyegelan gedung sekolah,” ujarnya.
Pria berbadan tegap itu berharap sengketa yang menjadi penyebab penyegelan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Kunci Ilmu ini segera menemukan titik terang. Sehingga aktivitas pendidikan berjalan normal lagi.
”Yang kami pikirkan adalah siswa. Kasihan jika terus belajar seperti ini, apalagi praktik tidak mungkin dilakukan secara daring karena seluruh peralatannya ada di sekolah,” ungkapnya.
Diketahui, gedung SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan disegel sejak Senin (11/5).
Karnea itu, 90 siswa menjalani pembelajaran secara daring. Penyegelan dilakukan mantan Bendahara Yayasan Kunci Ilmu, Arofatin Nisa’, yang mengklaim sebagai pemilik sah tanah tersebut. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri