PAMEKASAN, RadarMadura.id — Belum ada kepastian bukan berarti berhenti berlatih. Buktinya, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Pamekasan justru memilih menjaga ritme latihan atlet.
Langkah itu dilakukan sembari menunggu keputusan terkait keikutsertaan cabang olahraga (cabor) di berbagai kejuaraan. Salah satunya pada Kejurprov PTMSI Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung Agustus 2026.
Program latihan terus berjalan seperti biasa. Porsi latihan tidak hanya difokuskan pada peningkatan teknik bermain, tetapi juga fisik, mental bertanding, dan konsistensi performa atlet agar tetap terjaga.
Pelatih PTMSI Pamekasan Anang Apriyanto mengatakan, seluruh atlet menjalani program latihan secara bertahap. Persiapan dilakukan sejak dini agar kondisi atlet tetap siap apabila Kejurprov diputuskan menjadi agenda berikutnya.
Baca Juga: Tak Ada Titik Temu, Agenda Sidang Kasus Agunan Bank di Pamekasan Lanjut ke Pokok Perkara
"Latihan tetap kami maksimalkan. Teknik, fisik, dan mental atlet terus kami tingkatkan supaya mereka selalu siap bertanding," ujarnya.
Menurut Anang, Kejurprov PTMSI Jatim masih masuk dalam agenda yang diproyeksikan berlangsung pada Agustus mendatang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan akan mengirim atlet karena masih mempertimbangkan situasi dan kondisi.
Dia menjelaskan, keputusan tersebut akan diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan tim. Karena itu, PTMSI Pamekasan memilih tetap menjaga ritme latihan sembari menunggu kepastian.
"Kalau tidak ada kendala, kami ingin ikut. Tetapi, untuk saat ini kami masih melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu," pungkasnya. (afg/yan)
Editor : Anis Billah