Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Klaim Kasus Campak Menurun, Dinkes Pamekasan Temukan Satu Kasus Suspek

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 12 Juli 2026 | 08:04 WIB
Ilustrasi imunisasi campak pada balita. (META AI)
Ilustrasi imunisasi campak pada balita. (META AI)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencatat adanya penurunan kasus suspek campak sepanjang 2026.

Indikasinya, pada periode Januari–Juni, tercatat 60 kasus suspek. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 1.248 kasus.

Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin mengeklaim penurunan kasus campak menunjukkan adanya tren perbaikan dalam pengendalian penyakit di Kota Gebang Salam.

Dinkes terus melakukan pemantauan dan upaya pencegahan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Baca Juga: Program JKN Kian Kuat, Jadi Fondasi SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

”Hasil pemeriksaan laboratorium, pada 2025 terdapat 209 kasus yang dinyatakan positif. Tahun ini, baru satu kasus yang positif dari sepuluh sampel yang dikirim. Sedangkan delapan lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil investigasi internal, lanjut Saifudin, sebagian besar pasien suspek campak merupakan anak yang belum diimunisasi lengkap.

Perinciannya, 64 persen tercatat belum pernah menerima imunisasi, 19 persen baru dua kali, dan 8 persen satu kali imunisasi.

”Tingginya mobilitas penduduk dari daerah dengan cakupan imunisasi rendah juga menjadi faktor yang memicu munculnya kasus campak,” ungkapnya.

Menurutnya, menurunnya tren kasus campak ini tidak membuat instansi yang dipimpinnya melonggarkan pengawasan dan kewaspadaan.

Penguatan surveilans dan penelusuran kasus tetap dilakukan agar penyebaran penyakit bisa dideteksi lebih cepat.

”Peningkatan cakupan imunisasi tetap menjadi kunci untuk mencegah penularan sekaligus mendukung target eliminasi campak dan rubella,” pungkasnya.

Baca Juga: The Soul Of Madura: Sebuah Slogan Tanpa Jiwa

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli mendorong dinkes untuk memaksimalkan cakupan imunisasi karena hal ini bisa menimbulkan persoalan serius.

Menurutnya, penurunan kasus campak tidak bisa menjadi satu-satunya indikator keberhasilan karena masih banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

”Kalau masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, maka potensi munculnya kasus baru tetap sangat besar,” ucapnya.

Dia juga mendesak Dinkes Pamekasan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. Khususnya di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah.

Mengingat persoalan imunisasi tidak cukup hanya dengan menyediakan layanan, tetapi juga membutuhkan pendekatan aktif agar masyarakat memahami manfaatnya.

”Jangan hanya menunggu ada kasus, baru bergerak,” pintanya. (lil/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#dinkes pamekasan #penurunan #Campak #suspek