SUMENEP, RadarMadura.id – Pembangunan dan pengoperasian Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Pamekasan terus digenjot.
Selain sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa, program prioritas nasional ini juga diproyeksikan menjadi pusat penguatan ketahanan pangan.
Komandan Kodim (Dandim) 0826/Pamekasan Letkol (Kav) Agus Wibowo Hendratmoko mengatakan, salah satu strategi yang disiapkan adalah penguatan koperasi dalam menyerap hasil pertanian masyarakat.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Pamekasan.
”Penguatan ketahanan pangan harus berangkat dari petani sebagai aktor utama produksi. Karena itu, KMP dirancang untuk memutus rantai distribusi yang panjang, yang selama ini kerap merugikan petani lokal,” ucap Dandim Pamekasan Letkol (Kav) Agus Wibowo Hendratmoko.
Menurutnya, dengan sistem penyerapan hasil tani melalui koperasi, harga yang diterima petani diharapkan lebih adil dan stabil.
Selain itu, distribusi hasil pertanian juga akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat posisi tawar dan kesejahteraan petani.
”Kami yakin kerja sama yang saling menguntungkan akan mendatangkan manfaat pada peningkatan kesejahteraan di Pamekasan,” tuturnya.
Letkol (Kav) Agus juga menyampaikan, hingga saat ini progres pembangunan KMP di Pamekasan sudah mencapai 110 unit dari total 180 unit yang dikerjakan.
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung operasional koperasi juga telah disalurkan kepada para pengelola di masing-masing desa yang gerainya sudah selesai 100 persen.
”Untuk kendaraan operasional truk sebanyak 91 armada dan mobil pikap 30 armada. Termasuk perlengkapan lain berupa 54 unit rak, serta 80 set mebel berupa meja dan kursi,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri