PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penataan parkir di RSUD Smart Pamekasan belum sepenuhnya berjalan mulus.
Selain kapasitas lahan berkurang akibat pembangunan gedung, sebagian perangkat portal parkir juga rusak, sehingga pengaturan kendaraan belum optimal.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Munafi mengatakan, penyempitan area parkir hanya bersifat sementara.
Sebab, sebagian lahan di sisi belakang masih digunakan untuk proyek pembangunan.
”Tempat parkir memang terpotong karena ada bangunan di belakang yang sedang dibangun. Kalau sudah selesai, kendaraan bisa parkir di sisi selatan,” ujarnya.
Menurut Munafi, kantong parkir mobil sebenarnya sudah tersedia. Bahkan, area parkir di sisi selatan luar rumah sakit telah dimanfaatkan.
Namun, banyak pengunjung memilih berhenti di area depan karena lebih dekat dengan pintu masuk.
”Parkir mobil di belakang sudah ada. Di sisi selatan luar rumah sakit juga hampir separo dipakai. Hanya saja masyarakat tidak mau parkir di sana,” katanya.
Di sisi lain, sistem portal parkir belum bekerja maksimal. Sebagian perangkat mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
Meski demikian, Dishub tetap mengerahkan 34 petugas yang dibagi dalam tiga sif untuk mengatur arus kendaraan.
Aktivitas parkir di RSUD Smart terbilang padat. Setiap hari, sedikitnya 900 hingga 1.000 sepeda motor masuk ke kawasan rumah sakit.
Sementara jumlah mobil berkisar 30 hingga 50 unit.
Munafi juga mengusulkan skema baru. Mobil pengunjung akan diparkirkan petugas di area belakang, lalu diambilkan kembali saat pemilik hendak pulang.
Cara itu diharapkan mengurai penumpukan kendaraan di depan rumah sakit.
”Kami siapkan petugas yang memarkirkan mobil dan mengambilkannya saat pemilik akan pulang. Jadi, kendaraan tidak menumpuk di depan,” tandas Munafi. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri