PAMEKASAN, RadarMadura.id– Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar di Kabupaten Pamekasan masih belum optimal.
Hingga triwulan pertama 2026, capaian pendapatan masih jauh di bawah separuh target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, realisasi retribusi pasar baru mencapai Rp 816 juta atau sekitar 24 persen dari target Rp 3,4 miliar.
Rinciannya, retribusi pelataran sebesar Rp 535 juta, retribusi los pasar Rp 24,6 juta, dan retribusi kios Rp 257 juta.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Handiko Bayuadi belum bisa dimintai keterangan terkait rendahnya realisasi PAD sektor pasar tersebut. Dia beralasan saat ini dirinya dalam kondisi kurang sehat.
”Maaf, saya masih sakit hernia, kambuh,” jawab Handiko Bayuadi.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi menekankan agar dinas terkait berkomitmen untuk mengoptimalkan seluruh potensi PAD sektor pasar yang ada.
Di sisi lain, dia juga mendorong adanya terobosan inovatif melalui digitalisasi.
Bagi Faridi, langkah tersebut sangat penting untuk meminimalkan potensi kebocoran.
Sebab, target PAD sektor pasar tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan demikian, target yang telah ditetapkan diharapkan dapat tercapai secara maksimal.
”Nanti akan kami evaluasi. Apapun itu kalau sudah
menjadi target harus tercapai, karena target itu realistis. Kalau hanya sekadar mencatat target, itu tidak mencerminkan birokrasi,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri