PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan tahun ini telah menyediakan anggaran pemeliharaan jembatan. Tujuh paket pekerjaan telah tercantum. Namun, dinas terkait belum memastikan jembatan mana yang akan diperbaiki.
Tujuh paket tersebut terdiri atas pemeliharaan berkala jembatan dengan total Rp 1,3 miliar. Anggaran miliaran itu belum termasuk jasa konsultan pengawas dan biaya konsultan pelaksana.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pamekasan Tri Gunawan mengatakan, hanya empat paket yang termasuk kategori pekerjaan fisik pemeliharaan jembatan, sedangkan tiga paket lainnya merupakan kegiatan pendukung.
”Memang hanya ada empat kegiatan pemeliharaan berkala jembatan yang tersebar. Tiga paket lainnya itu untuk konsultan perencana dan konsultan pengawas,” katanya.
Meski paket kegiatan sudah disiapkan, lokasi jembatan yang akan menjadi sasaran rehabilitasi belum ditetapkan. Menurut Tri, dinas masih melakukan finalisasi karena terdapat tambahan kerusakan jembatan yang ditemukan di lapangan.
Dia menargetkan penetapan lokasi dapat rampung pada Juli 2026. Dengan demikian, pekerjaan fisik bisa segera direalisasikan sesuai jadwal yang telah disusun oleh institusinya.
Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Achmad Fauzi mengingatkan agar pelaksanaan proyek rehabilitasi benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan. Pemerintah daerah juga harus responsif menjaga kondisi infrastruktur agar tetap layak dan aman digunakan masyarakat.
”Langkah pemeliharaan harus dilakukan sejak dini sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih parah. Sebab, kalau sampai rusak berat, tentu biaya (perbaikan, Red) yang digelontorkan juga besar,” pungkasnya. (afg/yan)
Editor : Anis Billah