Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pendampingan Jemaah Haji Risti Jadi Catatan

Amin Basiri • Kamis, 4 Juni 2026 | 09:00 WIB
BEREMPATI: Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari mendatangi kamar hotel salah satu jemaah haji, Sabtu (16/5).
BEREMPATI: Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari mendatangi kamar hotel salah satu jemaah haji, Sabtu (16/5).

MAKKAH, Jawa Pos Radar Madura – Pendampingan terhadap jemaah haji yang masuk kategori kelompok rentan dinilai tak maksimal. Catatan itu menjadi atensi bagi anggota Komisi VIII DPR RI Ansari.

Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan, pelayanan terhadap jemaah lansia dan kelompok berisiko tinggi (risti) masih perlu mendapat perhatian lebih.

Sebab, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, jemaah haji risti diperlakukan sama dengan jemaah pada umumnya.

”Berdasarkan hasil evaluasi, pendampingan bagi kelompok lansia dan jemaah berisiko tinggi terasa kurang. Pola ini perlu ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang,” terangnya.

Lansia dan risti semestinya mendapatkan layanan khusus selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Sebab, mereka memiliki keterbatasan fisik dan risiko kesehatan yang lebih tinggi dibanding jemaah lainnya.

Temuan itu salah satunya terlihat pada jemaah haji asal Pamekasan yang tergabung dalam Kloter Sub-74.

Dari total 380 jemaah, sebanyak 37 orang masuk kategori risiko tinggi, 46 orang risiko sedang, dan 109 orang risiko ringan.

Ansari mengaku tidak menemukan adanya pendampingan khusus saat jemaah diberangkatkan menuju Masjidilharam.

Padahal, mobilitas menuju lokasi ibadah membutuhkan perhatian ekstra, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.

”Saat pemberangkatan ke Masjidilharam, tidak ada petugas khusus yang memberikan pendampingan kepada kelompok lansia dan kelompok berisiko ini,” sambungnya.

Beruntung, kondisi tersebut dapat ditutupi oleh tingginya kepedulian sesama jemaah. Banyak jemaah yang secara sukarela membantu lansia saat naik dan turun Bus Shalawat maupun menyediakan kursi roda bagi jemaah yang membutuhkan bantuan.

Ansari mengapresiasi solidaritas yang ditunjukkan para jemaah. Namun, pelayanan terhadap kelompok rentan tidak boleh hanya mengandalkan kepedulian sesama jemaah.

Sistem pendampingan harus menjadi bagian dari manajemen pelayanan haji yang disiapkan secara khusus oleh penyelenggara.

Dia menambahkan, secara umum pelaksanaan haji tahun ini menunjukkan kemajuan dari sisi ketertiban dan manajemen layanan.

Meski demikian, aspek pelayanan bagi lansia dan jemaah risti tetap harus menjadi prioritas dalam evaluasi penyelenggaraan haji.

”Saya juga telah menyampaikan catatan evaluasi ini langsung kepada panitia (PPIH), dengan tujuan agar ke depan pelayanan manajemen haji kita bisa jauh lebih baik,” pungkasnya. (afg/jup)

Editor : Amin Basiri
#Jemaah haji #pamekasan #pendampingan