PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyiapkan empat lokasi yang diproyeksikan dibangun gedung Sekolah Rakyat (SR).
Namun hingga saat ini, belum ditentukan satu dari empat lahan yang akan dibangun SR.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyatakan, pengadaan lahan SR masih berproses.
Pihaknya masih menunggu hasil appraisal atau penilaian dari tim independen. Penentuan harga tersebut diperkirakan tuntas pekan ini.
Baca Juga: Seiko Selection Rilis Jam Tangan Kotak Edisi nano universe, Mengusung Gaya Elegan dan Minimalis
”Empat lahan itu sudah disurvei oleh konsultan appraisal. Harga itu nantinya yang menjadi patokan. Jadi tidak serta-merta bupati yang menentukan harga tanahnya, tapi ada konsultan appraisal yang mengkaji,” ungkap Bupati Kholil.
Awalnya terdapat 20 titik usulan lokasi yang masuk untuk pembangunan gedung permanen SR.
Namun setelah dilakukan survei dan verifikasi lapangan, hanya empat lokasi yang dinilai berpotensi serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Lokasinya di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Kemudian, di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong.
Lalu di Desa Rangperang Daja dan Desa Campor, Kecamatan Proppo.
Keempat lokasi itu dinilai layak untuk diproses lebih lanjut karena memenuhi sejumlah kriteria, baik dari aspek luas lahan, aksesibilitas, maupun persyaratan teknis lainnya.
”Memang untuk lahan Sekolah Rakyat ini ada syarat yang ditentukan Kementerian PU sebagai penanggung jawab teknis pembangunannya. Di antaranya, minimal luas lima hektare, bukan lahan sawah dilindungi (LSD), termasuk kemiringan lahan minimal sepuluh derajat,” sebutnya.
Baca Juga: Belasan Kendaraan Hasil Patroli Hunting Diamankan, Pelaku Curanmor Juga Ikut Dibekuk
Orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program SR sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Karena itu, seluruh tahapan administrasi dan teknis terus dipersiapkan dan dipercepat agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
”Gus Ipul (Saifullah Yusuf, Red) kemarin memberikan deadline sebelum Oktober. Jadi sebelum Oktober sudah harus klir. Kami berharap di 2027 seratus persen selesai,” sebutnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat kunjungan kerja ke Pamekasan pada Minggu (10/5), meminta Pemkab Pamekasan mempercepat penyediaan lahan untuk pembangunan gedung permanen SR.
Sebab, Pamekasan menjadi salah satu daerah di Madura yang telah memiliki rintisan program tersebut.
”Sementara kalau pembangunan gedung permanen di Kabupaten Sampang selesai, maka semua rintisan Sekolah Rakyat di Madura akan dititipkan di sana, sampai pembangunan gedung di masing-masing kabupaten selesai,” pungkasnya.
Diketahui, program SR di Kabupaten Pamekasan telah berjalan sejak tahun lalu dan diselenggarakan untuk jenjang sekolah menengah pertama melalui Sekolah Rakyat Menengah Pertama 29 (SRMP 29).
Adapun kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara ditempatkan di gedung eks Akper di Jalan Jokotole Indah, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti