PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mengeklaim realisasi serapan anggaran masih sesuai target.
Penegasan itu disampaikan setelah sebelumnya mendapat sorotan karena serapan dinilai rendah.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin mengatakan, pihaknya menargetkan kenaikan serapan anggaran sebesar delapan persen setiap bulan. Dengan skema tersebut, realisasi anggaran diklaim mencapai 40 persen pada Mei 2026.
"Secara target delapan persen per bulan. Jadi, bulan kelima menjadi 40 persen," katanya.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan kinerja Dinkes Pamekasan masih tergolong baik. Sebab, realisasi program tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
"Jadi, kinerja Dinkes Pamekasan masih bagus," kata Saifudin kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Dia menjelaskan, sejumlah kegiatan mulai berjalan secara bertahap, termasuk program yang sebelumnya belum terealisasi karena menunggu proses pencairan anggaran.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan percepatan terhadap kegiatan yang telah memasuki tahap pelaksanaan.
Dengan begitu, realisasi anggaran diproyeksikan terus mengalami peningkatan pada semester kedua tahun ini.
Sebelumnya, serapan anggaran Dinkes Pamekasan menjadi sorotan Komisi IV DPRD Pamekasan. Hingga mendekati semester pertama 2026, realisasi anggaran disebut baru mencapai sekitar 37 persen atau Rp 64 miliar dari total pagu Rp 172 miliar.
"Realisasi program kesehatan dipercepat. Sebab, penggunaan anggaran dinilai berpengaruh langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat," tutur Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansari.
Rasyid juga menyoroti sejumlah persoalan kesehatan di Pamekasan, di antaranya tingginya angka kematian bayi dan ibu serta tingginya angka persalinan sesar. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri