PAMEKASAN, Rada Madura.id – Universitas Madura (Unira) Pamekasan sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka di Pulau Madura sudah genap berusia 48 tahun.
Momen dies natalis ini menjadi ajang refleksi, penguatan, dan sekaligus memantapkan arah pengembangan Unira sebagai kampus Teladan, Elaboratif, Dedikatif, Unggul, dan Humanis (TEDUH).
Rektor Unira Gazali menegaskan bahwa TEDUH merupakan nilai-nilai dasar universitas atau university values yang menjadi pedoman dalam seluruh aspek penyelenggaraan perguruan tinggi ke depan.
Nilai tersebut tidak hanya menjadi landasan dalam proses pendidikan dan pengajaran, tetapi juga dalam pelaksanaan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola kampus.
”Ini baru, akan terus kami pelajari, sosialisasikan, dan internalisasikan sehingga menjadi bagian dari kehidupan akademik sehari-hari di lingkungan kampus. Karena university values itu seperti corporate culture yang menjadi pedoman bagi kami,” ucap Gazali.
Selain itu, lanjut Gazali, Unira berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berbasis kearifan lokal yang berorientasi pada karakteristik wilayah kepulauan.
Langkah strategis ini untuk menghasilkan inovasi dan kajian akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat Madura, dan secara umum kawasan kepulauan.
Menurut Gazali, sebagai bagian dari upaya Unira memperkuat identitas dan komitmen tersebut, beragam kegiatan telah digelar dalam rangka Dies Natalis Ke-48.
Mulai dari Senam Bersama, Mini Game, Doa Bersama Masyarakat, Stadium General, Jalan Sehat, Festival Rujak Corek dan Bazar Jajanan Pasar, Santunan, Fun Bike, hingga Bazar Kreatif Mahasiswa Unira.
”Beberapa rangkaian kegiatan sengaja dirancang dengan melibatkan masyarakat umum sebagai wujud penguatan sinergi antara kampus dan lingkungan sekitar. Harapannya, keberadaan Unira dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri