PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program pelatihan kerja yang melekat pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan belum digelar. Padahal, pendaftaran peserta untuk lima jenis pelatihan telah dibuka sejak Senin (20/4) lalu.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Achmad Sjaifudin mengeklaim saat ini proses masih berada pada tahap rekrutmen peserta. Karena itu, pelaksanaan pelatihan belum dapat dimulai.
Dia menargetkan pelatihan kerja berbasis kompetensi ini dapat dilaksanakan pada Juli mendatang.
"Menunggu kuota terpenuhi. Pesertanya terbuka untuk umum. Jika ada pendaftar dari luar daerah, tetap bisa ikut, asalkan yang bersangkutan berdomisili atau menetap di Pamekasan," ucap Achmad.
Menurutnya, kuota peserta dalam pelatihan tersebut masih terbatas. Dari total lima jenis pelatihan yang disiapkan, masing-masing kegiatan hanya menyediakan kuota sebanyak 16 peserta, kecuali pada pelatihan barista yang memiliki kuota lebih banyak dibandingkan lainnya, yakni mencapai 20 peserta.
"Lima jenis pelatihan yang dibuka meliputi desain grafis, tata rias, pembuatan kue dan roti, serta teknik pengelasan (las). Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di aula pelatihan Kantor Diskop UKM dan Naker," tegasnya.
Dia menjelaskan, untuk lima jenis pelatihan ini alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 226 juta. Program strategis tersebut sepenuhnya dibiayai melalui alokasi anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
"Harapan kami, setelah lulus pelatihan, para pekerja bisa langsung berwirausaha atau terserap di dunia kerja sehingga perekonomian masyarakat terus meningkat," pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri