PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bangunan gedung sentra industri hasil tembakau (SIHT) di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, hingga kini belum beroperasi.
Padahal, fasilitas yang dibangun menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tersebut ditargetkan mulai dimanfaatkan tahun ini.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengaku telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera menuntaskan seluruh tahapan dan kebutuhan administrasi yang masih tersisa.
Salah satunya berkaitan dengan pembentukan pengurus koperasi yang akan mengelola pengembangan industri hasil tembakau.
“Sekarang kan baru masuk bulan enam, artinya kalau digenjot saya punya keyakinan 2026 bisa selesai dan beroperasi,” ungkap Bupati Kholil.
Orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu menyebut bahwa dokumen susunan pengurus koperasi sebelumnya sudah masuk kepadanya dan telah didisposisikan kepada OPD terkait supaya ditindaklanjuti.
Namun, hingga saat ini proses tersebut belum tuntas karena perbaikan maupun revisi lanjutan belum diajukan kembali.
“Maksimal Desember selesai, syukur kalau sebelum itu sudah bisa beroperasi. Itu lebih bagus,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Kholilurrahman menyebut bahwa hingga saat ini pemerintah daerah juga belum menetapkan pengusaha yang akan menempati dua gudang produksi di kawasan SIHT.
Meski demikian, sejumlah calon pengguna sudah mengajukan minat untuk beroperasi di fasilitas tersebut.
Dia menyebut bahwa saat ini sudah terdapat sekitar lima pengusaha yang telah mendaftar dan menyatakan kesiapan untuk memanfaatkan gudang produksi yang tersedia.
Namun, penetapan resmi belum bisa dilakukan karena masih menunggu proses pembentukan pengurus koperasi terlebih dahulu.
“Satu gudang akan ditempati dua pengusaha. Artinya, dari dua gudang yang ada, nanti ada empat pengusaha yang berproduksi di sana,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri