Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Anggaran Peningkatan Infrastruktur Belum Direalisasikan

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:12 WIB
RUSAK: Pengendara berkendara di jalan Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Jumat (29/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
RUSAK: Pengendara berkendara di jalan Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Jumat (29/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Pamekasan belum berani mengunci anggaran pemeliharaan jalan tahun ini.

Sebab, nominal anggarannya berpotensi berubah. Namun yang pasti, anggaran yang disiapkan Rp 10,7 miliar.

Anggaran tersebut diproyeksikan untuk peningkatan infrastruktur di 30 ruas jalan.

Kabid Bina Marga DPUPR Pamekasan Tri Gunawan menyatakan, anggaran tersebut masih bersifat awal.

Artinya, masih ada kemungkinan penyesuaian anggaran maupun pengurangan titik lokasi pekerjaan.

Terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemanfaatan anggaran jumbo tersebut.

Salah satunya, kenaikan harga bahan baku. Seperti aspal dan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi itu berpotensi memengaruhi kebutuhan anggaran pekerjaan di lapangan.

”Kami masih akan koordinasi dengan pimpinan dan aparat pengawas intern pemerintah (APIP),” ujarnya Jumat (29/5)

Jika nantinya terjadi penyesuaian harga material, maka opsi penyesuaian anggaran ataupun pengurangan lokasi pekerjaan bisa diterapkan. Sebab, kemampuan anggaran daerah masih terbatas.

Tri menyatakan, kebutuhan penanganan jalan di Pamekasan masih sangat besar.

Dari total 1.051 kilometer jalan kabupaten yang dikelola pemkab, sekitar 750 kilometer di antaranya masih membutuhkan perbaikan.

Karena itu, anggaran pemeliharaan jalan yang tersedia saat ini dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Pamekasan. Apalagi, nominal anggaran masih terbatas.

Abd. Rohim, warga Pamekasan meminta pemerintah benar-benar selektif dalam menentukan lokasi perbaikan ruas jalan.

Pihaknya berharap perbaikan infrastruktur tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan.

Sebab, peningkatan infrastruktur di wilayah pelosok masih banyak yang membutuhkan sentuhan pemkab.

”Jangan sampai hanya fokus di area kota saja,” tandasnya. (afg/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#anggaran pemeliharaan jalan #perbaikan infrastruktur jalan #DPUPR Pamekasan #perbaikan #jalan kabupaten