Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mendikdasmen Dukung Gagasan Bupati Kholil, Soal Penggunaan Bahasa Madura dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 26 Mei 2026 | 06:50 WIB
KOMITMEN: Mendikdasmen Abdul Mu’ti (dua dari kiri) menjadi keynote speaker dalam acara diskusi pendidikan di SDN Jalmak 1, Minggu (24/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
KOMITMEN: Mendikdasmen Abdul Mu’ti (dua dari kiri) menjadi keynote speaker dalam acara diskusi pendidikan di SDN Jalmak 1, Minggu (24/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pelestarian bahasa Madura menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan bahasa leluhur tersebut tetap dilestarikan dan dikembangkan di tengah dinamika zaman.

Salah satunya melalui penerapan mata pelajaran bahasa Madura sebagai muatan lokal wajib di jenjang sekolah dasar hingga menengah.

Selain itu, penggunaan bahasa Madura juga akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun pemerintahan.

Baca Juga: Langka dan Sulit Ditemukan, Honda NSR250R MC28 Full Carbon Ini Bikin Kolektor Motor Sport Lawas Rela Keluar Dana Fantastis

Gagasan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman tersebut didukung penuh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti.

Menurutnya, banyak penelitian yang menunjukkan anak-anak lebih mudah menyerap materi pembelajaran ketika menggunakan bahasa daerah.

”Kami mendukung sekali gagasan Pak Bupati ini (Kholilurrahman, Red). Jadi tidak apa-apa diterapkan di tingkat TK dan SD atau masa-masa kelas awal,” ujar Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti.

Gagasan Pemkab Pamekasan tersebut sejalan dengan tugas yang diemban kementeriannya. Institusi yang dipimpin memiliki dua fokus utama.

Yakni, penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah serta pembinaan dan pengembangan bahasa.

”Kami ada program namanya Trigatra Bangun Bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing, dan lestarikan bahasa daerah. Ini bagian dari program kami,” ujarnya.

Menteri yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut mengaku akan mempertimbangkan nasib sejumlah pengajar bahasa Madura di Kota Gerbang Salam yang selama ini mengajar meski bukan berasal dari lulusan linier.

Sehingga, para tenaga pendidik dapat diakui kompetensinya melalui jalur afirmasi.

Baca Juga: Harga iCar V23 Resmi Dibuka Mulai Rp 389,9 Juta, Mobil Listrik Bergaya Tangguh Ini Langsung Curi Perhatian Pecinta SUV Modern

”Soal prodi (di perguruan tinggi, Red.) itu ranahnya Kemendiktisaintek, tapi kalau misal pengakuan atau uji kompetensi berbahasa Madura (UKBM), ada pada kami. Nanti kami lihat bagaimana kemungkinan-kemungkinannya,” terangnya.

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dengan tegas mengatakan bahwa rencana penguatan bahasa ibu melalui mata pelajaran muatan lokal dan penggunaan dalam KBM serta kegiatan pemerintahan.

GENERASI EMAS: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mendampingi Mendikdasmen Abdul Mu’ti di SDN Jalmak 1 saat menghadiri kegiatan diskusi pendidikan pada Puncak Hardiknas 2026, Minggu (24/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
GENERASI EMAS: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mendampingi Mendikdasmen Abdul Mu’ti di SDN Jalmak 1 saat menghadiri kegiatan diskusi pendidikan pada Puncak Hardiknas 2026, Minggu (24/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

Melalui program tersebut, diharapkan rekonstruksi dan pelestarian bahasa lokal dapat terus terjaga di tengah perkembangan zaman.

Penguatan bahasa daerah ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda agar tidak kehilangan identitas budaya di masa depan.

Sehingga, nilai-nilai seperti sopan santun, penghormatan kepada orang tua, solidaritas sosial, hingga etika kehidupan masyarakat lokal dapat terus diwariskan.

”Selama ini belum ada SE (penggunaan bahasa Madura, Red) Nanti akan kami tentukan. Sehingga kelestariannya terjaga dan generasi masa depan tidak tercerabut dari akar sejarah dan kebudayaannya,” terangnya.

Pihaknya menilai bahasa Madura bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan bagian dari identitas dan cerminan karakter suatu masyarakat Madura.

Karena itu, upaya menjaga dan menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah adalah langkah strategis dalam memperkuat jati diri generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya luar.

”Kami ingin akselerasi pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan di Pamekasan dari lintas sektor. Salah satunya adalah sektor bahasa dan kebudayaan yang menjadi identitas Pamekasan,” pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Gagasan Pemkab Pamekasan #mendikdasmen #bahasa madura #muatan lokal #pelestarian